CIREBON (MASS) – Memaknai semangat Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) UPT Cirebon melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi dengan local hero mendorong kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelatihan pemilahan sampah bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Baperkam RW 04 Mega Endah, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat (2/10/2026). Kegiatan diikuti 21 pelaku UMKM yang tergabung dalam KKBKS (Koperasi Konsumen Boga Karyamulya Sejahtera).
Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memilah, mengelola, serta memanfaatkan sampah rumah tangga maupun limbah produksi UMKM. Peserta mendapatkan edukasi mengenai sampah organik, anorganik, dan residu, termasuk praktik pengolahan limbah organik seperti kulit buah menjadi eco-enzyme. Sampah yang masih bernilai guna dan ekonomi diarahkan untuk disetorkan ke Bank Sampah Berkasih, sementara residu dipisahkan agar tidak tercampur dengan sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
Materi dan pendampingan diberikan Abdul Aziz, Ketua Bank Sampah Berkasih (Bersama Karyamulya Bersih), yang juga berperan sebagai local hero program TJSL PLN. “Melalui pemilahan dari sumber, masyarakat dapat mengetahui mana sampah yang masih bisa dimanfaatkan, didaur ulang, maupun memiliki nilai ekonomi. Khusus limbah organik seperti kulit buah, juga dapat diolah menjadi eco-enzyme sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah,” ujar Abdul Aziz.
Ia menambahkan, keberlanjutan program membutuhkan penggerak di lingkungan masyarakat agar kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah dapat diterapkan secara konsisten. “Yang paling penting bukan hanya bagaimana masyarakat mengetahui cara memilah sampah, tetapi bagaimana kebiasaan tersebut terus dilakukan setelah pelatihan. Karena itu, dibutuhkan penggerak di lingkungan masyarakat yang dapat menjadi contoh dan mengajak warga lainnya untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” tambahnya.
Dari sisi ekonomi, sampah anorganik yang memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan disetorkan ke Bank Sampah Berkasih untuk dikonversi menjadi nilai rupiah. Sementara itu, limbah organik dapat diolah menjadi eco-enzyme untuk kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini juga diharapkan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS maupun TPA serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih mandiri di masyarakat.
Manager PLN UPT Cirebon, Andi Setiawan, menyampaikan bahwa kolaborasi PLN, local hero, pelaku UMKM, bank sampah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program TJSL memberikan dampak berkelanjutan. “Semangat Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong dapat diwujudkan melalui berbagai aksi nyata di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap program tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan,” ujar Andi.
Menurut Andi, keberadaan local hero diharapkan dapat memperluas keterlibatan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif. “Dengan adanya local hero sebagai penggerak, kami berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif. Inilah salah satu bentuk nyata semangat gotong royong yang dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Andi.
Melalui program TJSL ini, PLN terus mendorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, tidak hanya melalui peningkatan kepedulian lingkungan, tetapi juga kapasitas masyarakat dan peluang ekonomi. Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, kolaborasi PLN dan local hero menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah demi lingkungan yang lebih bersih serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. (eki/AB)
