KUNINGAN (MASS) – Meski mendukung wacana pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Kabupaten Kuningan, Camat Jalaksana, Asikin MSi, juga mengaku mendukung apabila ada jalur kereta api yang menghubungkan wilayahnya dengan Cirebon, Ciamis hingga Tasikmalaya.
Ia menilai jalur kereta api itu dapat berpotensi membuka akses transportasi baru bagi masyarakat, sekaligus menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Menurutnya, kehadiran kereta api berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah mobilitas antardaerah, meningkatkan akses transportasi umum, hingga menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau saya condong, kalau ada perlintasan kereta, saya mah kereta,” ujar Asikin saat ditanya mengenai pilihannya antara pembangunan jalan tol dan jalur kereta api, Jumat (9/10/2026).
Ia mengatakan, isu jalur kereta api dari Cirebon menuju Kuningan, Ciamis hingga Tasikmalaya sebenarnya sudah pernah didenger.
“Kenapa tidak? Menurut saya, kereta mungkin lebih besar manfaatnya bagi masyarakat. Di sisi lain juga untuk mengurangi konsumsi BBM, subsidi BBM,” tuturnya.
Asikin mencontohkan, apabila nantinya Kuningan memiliki stasiun kereta api yang terhubung dengan Cirebon, masyarakat dapat bepergian tanpa harus selalu membawa kendaraan pribadi.
Warga yang hendak berkunjung ke Cirebon, misalnya, cukup menuju stasiun dan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api. Selain memberikan pilihan transportasi baru, sistem tersebut dinilai berpotensi membuat perjalanan lebih praktis dan nyaman.
Ia juga menilai layanan kereta api saat ini telah mengalami perkembangan dibandingkan masa lalu. Kenyamanan layanan menjadi salah satu faktor yang membuat moda transportasi tersebut semakin diminati masyarakat.
“Sekarang kereta-kereta kita dari PT Kereta Api Indonesia rata-rata sudah nyaman, beda dengan zaman dulu. Sekarang kereta itu jadi transportasi umum yang banyak diminati,” katanya.
Bagi Asikin, keberadaan kereta api bukan hanya soal tersedianya jalur transportasi, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa selalu bergantung pada kendaraan pribadi.
Menurutnya, akses jalur kereta api berpotensi melayani sejumlah wilayah melalui stasiun pemberhentian yang ditempatkan sesuai kebutuhan perjalanan masyarakat.
Ia mencontohkan wilayah Kuningan Kota sebagai lokasi yang dapat dipertimbangkan apabila rencana jalur kereta api tersebut suatu saat direalisasikan.
Dengan adanya stasiun di beberapa titik, masyarakat diharapkan tidak perlu menempuh perjalanan terlalu jauh hanya untuk mengakses transportasi umum.
Lebih lanjut, Asikin berpandangan layanan kereta api tidak harus terbatas pada perjalanan jarak jauh. Apabila jalurnya tersedia, layanan dapat dikembangkan untuk melayani mobilitas masyarakat antarkota dengan frekuensi perjalanan yang disesuaikan dengan kebutuhan penumpang.
Ia mencontohkan kemungkinan rute Ciamis-Kuningan-Cirebon untuk perjalanan antardaerah. Sementara itu, layanan jarak jauh seperti menuju Jakarta juga dapat dipertimbangkan apabila memenuhi kebutuhan dan kelayakan operasional.
Menurutnya, frekuensi keberangkatan nantinya dapat dievaluasi berdasarkan tingkat mobilitas masyarakat. Jika perjalanan pada rute tertentu ramai, jadwal kereta bisa disesuaikan agar lebih efektif.
“Menurut saya, itu nanti akan sangat memudahkan akses,” ungkapnya.
Meski melihat potensi manfaatnya, Asikin juga menyadari bahwa kehadiran kereta api dapat memengaruhi pelaku usaha transportasi darat, termasuk operator angkutan umum seperti elf.
Perubahan pilihan moda transportasi dapat membuat sebagian penumpang beralih ke kereta api. Kondisi itu perlu menjadi perhatian dalam perencanaan sistem transportasi agar pengembangan moda baru juga mempertimbangkan keberlangsungan usaha transportasi yang sudah beroperasi.
Namun, ia menilai angkutan umum konvensional saat ini juga menghadapi tantangan akibat perubahan kebiasaan masyarakat, meningkatnya kepemilikan sepeda motor, serta persaingan dengan layanan transportasi daring.
Karena itu, pengembangan kereta api nantinya perlu disertai pemikiran mengenai keterhubungan antarmoda, termasuk bagaimana angkutan lokal dapat membantu masyarakat menjangkau stasiun dan melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir. (didin)
