KUNINGAN (MASS) – Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan kembali menggelar agenda rutin pengajian wali santri bertajuk Harmoni HK (Halaqoh Rutin Mengaji Online Wali Santri Husnul Khotimah) pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting ini disiarkan secara langsung via kanal YouTube resmi HKTV Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan dan diikuti oleh ratusan wali santri dari jenjang MTs hingga MA.
Acara yang dipandu oleh moderator Ustadz Iwan Afwan, S.Pd.I. ini menghadirkan narasumber nasional, Ustadz Saripudin Irwansyah, SPdI MT BNSP (Master Trainer POSMA Consulting dan Konsultan Pesantren Tahfidz), yang mengusung materi taujih mendalam bertema “Menjadi Orang Tua Murabbi: Mendidik dengan Keteladanan dan Kasih Sayang”.
Dalam paparannya, Ustadz Saripudin menekankan pentingnya peran orang tua sebagai murabbi utama bagi anak-anaknya. Menurutnya, proses mendidik anak sejatinya adalah sarana refleksi dan introspeksi diri bagi para orang tua.
“Seringkali masalah terbesar bukan terletak pada ketidakmampuan anak untuk berubah, melainkan karena kita sebagai orang tua yang belum selesai memperbaiki diri sendiri. Anak-anak adalah kamera yang merekam seluruh perilaku kita, bukan sekadar mesin fotokopi yang menyalin ucapan,” ujar Ustadz Saripudin di hadapan para peserta Harmoni HK.
Ia juga memaparkan konsep psikologi perkembangan anak melalui Mirror Neurons dan Observational Learning. Anak-anak cenderung lebih cepat menyerap dan meniru kebiasaan nyata yang diperlihatkan orang tua di rumah dibanding sekadar mendengarkan nasihat lisan. Hal ini sejalan dengan prinsip edukasi Islam yang menempatkan keteladanan (Uswatun Hasanah) sebagai pilar utama pembentukan karakter anak.
Selain itu, narasumber membagikan formula edukasi “3T” bagi orang tua dan pendidik, yaitu:
– Ta’rif (Pengenalan): Memberikan pemahaman dan wawasan keilmuan.
– Ta’lif (Pengikatan Hati): Membangun kedekatan emosional dan menyentuh hati anak dengan kasih sayang.
– Taqlif (Pemberian Beban/Tugas): Pengarahan dan pembebanan tanggung jawab secara bijak.
“Jangan sampai kita melompat dari Ta’rif langsung ke Taqlif tanpa melalui Ta’lif. Jika hati anak belum disentuh dengan kasih sayang dan keteladanan, kepatuhan yang lahir hanyalah karena rasa takut atau keterpaksaan, bukan atas kesadaran iman,” tambahnya.
Di akhir sesi, Ustadz Saripudin merangkum tiga pilar utama yang wajib dipegang oleh setiap wali santri, yaitu menanamkan iman dengan memastikan anak mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya serta berikhtiar menyelamatkan keluarga dari api neraka (QS. At-Tahrim: 6), menjadi teladan (uswah) melalui konsistensi antara perkataan dan perbuatan dalam ibadah serta akhlak harian (QS. As-Saff: 2-3), dan memberikan pendampingan utuh dengan setia mendampingi anak tidak hanya saat meraih prestasi, tetapi juga memberikan penguatan emosional saat anak mengalami kegagalan atau kelelahan
Acara Harmoni HK sendiri berlangsung hangat dan interaktif. Dipandu oleh Ustadz Iwan Afwan SPdI, sesi tanya jawab dimanfaatkan oleh para wali santri untuk berkonsultasi mengenai dinamika pengasuhan anak di era modern serta menyelaraskan pola didik antara lingkungan rumah dan pesantren.
Salah satu peserta, Bunda Hikmat, mengungkapkan apresiasinya atas gelaran acara yang menambah wawasan parenting ini. “Jazaakumullahu khairan katsiran Ustadz Saripudin, Masya Allah. Materinya sangat menguatkan kami sebagai wali santri dan terimakasih juga kepada perwakilan HK kegiatan ini sangat bermanfaat!” tulisnya di kolom komentar. (eki)