Realisasi Pajak Parkir Kuningan Baru 38,69 Persen di Bulan Agustus, Target 2026 Berpotensi Diturunkan

KUNINGAN (MASS) – Realisasi penerimaan pajak parkir Kabupaten Kuningan hingga awal Agustus 2026 masih berada di angka 38,69 persen atau Rp. 385.740.167,- dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1 miliar.

Kepala Bidang Pendapatan I (P1) Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Kuningan, Nono Sumartono, mengatakan capaian tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan untuk tahun 2026.

Ia menjelaskan, dari target pajak parkir sebesar Rp1 miliar, penerimaan yang telah masuk hingga saat ini baru mencapai 38,69 persen.

“Untuk pajak parkir kita baru 38,69 persen dari target total Rp1 miliar. Secara persentase memang masih rendah,” ujar Nono saat ditemui Kuninganmass.com di ruangannya, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya pajak parkir merupakan salah satu subsektor penerimaan yang berada di bawah Bidang P1 Bappenda Kabupaten Kuningan. Selain pajak parkir, terdapat sejumlah sektor pajak lainnya yang menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran perubahan tahun 2026.

Dalam anggaran perubahan tersebut, Ia berencana melakukan penyesuaian terhadap sejumlah target penerimaan. Beberapa sektor pajak direncanakan mengalami kenaikan target, di antaranya sektor hotel dan restoran.

“Ada beberapa target yang akan kita naikkan dalam anggaran perubahan, seperti hotel dan restoran,” tambahnya.

Sementara itu, terdapat pula beberapa sektor yang direncanakan mengalami penurunan target. Ia menyebut sektor pertambangan dan pajak parkir termasuk yang akan menjadi bagian dari penyesuaian tersebut.

“Sementara yang akan diturunkan rencananya pajak tambang dan termasuk pajak parkir,” jelasnya.

Meski capaian pajak parkir masih berada di bawah target, Ia mengatakan pihaknya masih berharap penerimaan dapat terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun. Menurutnya, penyesuaian target dilakukan berdasarkan kondisi dan perkembangan penerimaan di lapangan.

“Kami masih berharap penerimaan ke depan terus membaik. Saat ini kita masih menyesuaikan dengan kondisi dan tren penerimaan,” pungkasnya. (raqib)