Sudah Pengajian hingga Syukuran Mengundang Tetangga, Puluhan Calon Jemaah Umroh asal Kuningan Malah Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Duh….

KUNINGAN (MASS) – Puluhan calon jemaah umroh dari Kabupaten Kuningan, kini terlunta di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Para jemaah yang berangkat menggunakan agen travel yang sama itu, tak bisa berangkat ke tanah suci sejak malam tadi, Jumat (31/7/2026). Mereka nampak gelisah, cita-cita ibadah di Mekkah yang tinggal di depan mata, justru kandas. Kabarnya karena persoalan Visa.

Kekhawatiran itu juga yang diarasakan pihak keluarga jemaah umroh yang mendengar kabar dari Jakarta. Sembari terus berkomunikasi, telepon, dan sesekali video call, keluarga jemaah terus memantau perkembangan. Apakah para jemaah umroh itu akan jadi berangkat? Atau justru harus kembali ke Kuningan.

Kecewa dan rasa cemas itu, salah satunya tergambar dari Ilyas, keluarga dari dua calon jemaah umroh asal Pramuka Kabupaten Kuningan, yang kini sama-sama tertahan di Bandara Soekarno – Hatta. Dari informasi yang diterima keluarga, Ilyas menceritakan kronologi sebatas yang diketahuinya.

Mulanya, kata Ilyas, jemaah umroh asal Kuningan ini berangkat pada hari Jumat pagi sekira pukul 10.00 WIB. Rombongan jemaah kemudian sampai ke Jakarta sekira pukul 17.00 WIB sore dan menunggu keberangkatan, harusnya sekitar pukul 21.00 WIB malam.

“Jadi  awalnya dari dokumen visa. Katanya sempet telat beberapa jam, jadi ketika visa telat otomatis tiket tidak on schedule, itu yang membuat beliau beliau terdampar,” kata Ilyas, di depan kantor Travel Umroh yang lokasinya ada di Windusengkahan tersebut, Sabtu (1/8/2026) siang.

Yang lebih membuat kecewa, lanjut Ilyas, dari pihak travel tidak ada kejelasan yang bulat dan pasti. Ada kegamangan apakah jemaah harus pulang, dijemput, atau terus menunggu di Jakarta.

“Dari Travel tidak ada kepastian yang bulat, kita bingung keluarga harus pulang atau apa, disana tidak ada fasilitas, itu yang membuat kecewa,” ketus Ilyas, sembari kecewa sekali lagi karena di kantor Travelnya pun nampak tidak ada aktivitas, apalagi mengkomunikasikan ke keluarga jemaah.

Belum lagi kata Ilyas, keluarganya itu sudah kadung menggelar pengajian di rumah, tasyakuran dengan mengundang tetangga dan kerabat. Jika sampai tak berangkat, akan jadi kekecewaan mendalam.

“(Harapannya?) Ya ada kejelaaan, kalo ada refund ya refund tapi yang pasti,” ucap Ilyas.

Dari cerita keluarga yang berangkat dan terjebak di Jakarta, reschedule jadwal sebenarnya dilakukan berulang oleh pihak travel.

Saat itu, rencana keberangkatan diundur dari awal bulan ke pertengahan hingga akhir bulan kemarin. Pengunduran jadwal sebelumnya, serta tambahan tidak dipermasalahkan karena ada alasan yang dimengerti, perang dan kenaikan harga dollar.

Namun kejadian “terlantar” ini, cukup memilukan, karena jemaah sudah ekspektasi berangkat umrah, serta terlanjur mengatur waktu, dan kadung memberitahu tetangga dan kerabat.

Sampai berita ini ditulis, travel umroh belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi dilakukan kuninganmass.com dengan datang ke kantornya, namun nampak sedang tidak ada aktivitas apapun, entah tutup karena ada komplein ini, atau memang jadwal libur. (eki)