KUNINGAN (MASS) – Desa bukan sekadar kampung halaman, melainkan ruang nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Gagasan tersebut diwujudkan Pelita Intan Muda (PIM) Kabupaten Kuningan melalui program Muda Mengabdi yang digelar di Desa Wilanagara, Kecamatan Luragung.
Mengusung tema “Mengabdi dengan Hati, Bergerak dengan Aksi”, program ini berlangsung selama 10 hari dengan tujuan mendorong mahasiswa agar tidak terputus dari akar sosialnya setelah menempuh pendidikan tinggi.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Agung Agus Sulton, mengatakan program ini lahir dari semangat mengingatkan pemuda akan tanggung jawab terhadap tanah kelahirannya.
“Kampus adalah tempat menempa ilmu, namun desa adalah medan nyata untuk menguji ketulusan. Sejauh apa pun kita merantau dan menuntut ilmu, Kuningan selalu memanggil kita pulang untuk memberi dampak,” ujar Agung, Jumat (31/7/2026).
Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) PIM Kuningan, Hanifah Kamila Zahra, menjelaskan bahwa “Muda Mengabdi” merupakan program kerja bidang sosial yang dilaksanakan satu kali dalam setiap periode kepengurusan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi komitmen organisasi dalam menjembatani potensi akademik pemuda dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa energi positif dan pemikiran kritis pemuda tidak berhenti di ruang-ruang diskusi kampus semata. Kehadiran kami di Desa Wilanagara adalah bentuk bakti nyata, sinergi, dan proses belajar bersama masyarakat untuk tumbuh dan berdaya bersama,” tutur Hanifah.
Kehadiran para relawan PIM Kuningan juga mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Wilanagara. Kepala Desa Wilanagara mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan berharap mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat datang dan selamat bermasyarakat. Tentu Muda Mengabdi yang diselenggarakan oleh PIM Kuningan ini adalah kegiatan yang sangat positif. Kami sebagai aparatur Pemerintah Desa Wilanagara sangat mendukung kegiatan ini. Semoga menjadi penyemangat bagi para pemuda di Kabupaten Kuningan untuk selalu dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan program, PIM Kuningan menggelar berbagai kegiatan yang menyentuh sejumlah sektor. Di bidang pendidikan, mahasiswa terlibat dalam proses pembelajaran di MDTA, SD, MI, hingga SMP, serta menghadirkan program Duta Baca Edukasi guna meningkatkan minat baca anak-anak.
Di sektor kesehatan, PIM menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Sementara di bidang sosial dan lingkungan, relawan bersama warga melaksanakan aksi Jumat Bersih sebagai upaya menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan desa.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan program Jumat Kenyang melalui pembagian makanan pada pengajian rutin ibu-ibu Muslimat, bazar pakaian, hingga berbagai aktivitas yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Melalui program “Muda Mengabdi”, PIM Kabupaten Kuningan ingin menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari perjalanan seorang mahasiswa. Organisasi ini berharap semakin banyak pemuda yang kembali ke desa untuk berbagi ilmu, membangun kolaborasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (didin)