KUNINGAN (MASS) – Sebuah pengalaman berharga diraih Iyam Siti Maryam, mahasiswi Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan, setelah berhasil lolos dalam program Google Student Ambassador (GSA) tahun 2026. Ia terpilih menjadi salah satu mahasiswa yang mendapat kesempatan menjadi perwakilan resmi Google di lingkungan kampus.
Maryam akan menjalankan peran itu selama satu semester, terhitung mulai 1 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027. Dalam program ini, ia akan membantu mahasiswa mengenal dan memanfaatkan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI) dan berbagai tools Google.
“Aku jadi perwakilan resmi GSA di kampus. Tugasnya nanti membantu teman-teman lewat acara workshop atau sesi belajar AI dan tools Google, bagi-bagi informasi beasiswa atau event dari Google, sekaligus merangkul komunitas mahasiswa yang mau makin melek teknologi,” ujar Maryam, Jumat (2/10/2026).
Menurut Maryam, proses seleksi program ini cukup ketat. Dari sekitar 81 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia yang mendaftar, hanya sekitar 2 ribu mahasiswa yang dinyatakan lolos.
“Lumayan kompetitif, karena ada lebih dari 81 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia dan sekitar 2 ribu mahasiswa yang terpilih. Aku bersyukur banget bisa menjadi salah satunya,” tuturnya.
Sementara dari UM Kuningan, hanya dua mahasiswa yang berhasil lolos, yakni Siti Maryam dan rekannya, Rahma Ayu.
Selama menjalankan program GSA, ia tetap beraktivitas di lingkungan kampus. Program tersebut berlangsung di kampus sehingga tidak mengharuskannya meninggalkan aktivitas perkuliahan.
Selain mengikuti program GSA, Maryam juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia tergabung dalam BEM FPST, serta sejumlah UKM seperti Vocal & Paduan Suara, Protokoler, dan Cendikia Literasi. Ia juga aktif dalam organisasi eksternal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Bagi Maryam, kesempatan menjadi Google Student Ambassador bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan mengajak mahasiswa di kampus semakin mengenal perkembangan teknologi. (didin)
