Provinsi Jawa Barat Luncrukan Kampung Sosial di Tugumulya, Dikucur Bantuan dari Paket Sembako, Alat Bantu Disabilitas hingga Perlengkapan Bencana

KUNINGAN (MASS) – Desa Tugumulya Kecamatan Darma jadi salah satu titik program Kampung Sosial yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program yang di tingkat lokal dikolaborasikan dengan GEMA Sadulur milik Pemerintah Kabupaten Kuningan itu, resmi diluncurkan pada Rabu (29/7/2026) kemarin.

Hadir langsung dalam peluncuran program, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih SE MAP,  Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar MSi, Sekretaris Daerah U Kusmana S.Sos., M.Si, Kepala Dinas Sosial Kuningan Tatiek Ratna Mustika SSos MT, jajaran kepala perangkat daerah, kepala dinas sosial kabupaten/kota se-Jawa Barat, Forkopimcam Darma, pemerintah desa, serta sejumlah mitra pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih mengatakan Kampung Sosial merupakan strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendekatkan pelayanan sosial kepada masyarakat. Di Desa Tugumulya terdapat sekitar 170 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang menjadi sasaran program.

“Kami tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga melakukan pendampingan, edukasi, rehabilitasi sosial, hingga pemberdayaan ekonomi agar masyarakat mampu keluar dari kemiskinan,” ujarnya.

Menurut Noneng, salah satu fokus Kampung Sosial adalah memastikan bantuan sosial dimanfaatkan secara produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan. Karenanya, dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis berupa paket sembako, alat bantu bagi penyandang disabilitas, bibit unggas, bantuan ternak kambing, bantuan seragam sekolah bagi anak yatim, bibit ikan, bibit pertanian, bantuan sarana UMKM, tempat sampah fiber, peralatan biopori, serta perlengkapan penanganan kebencanaan.

Senada, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan Tatiek Ratna Mustika mengatakan Kampung Sosial di Desa Tugumulya merupakan inisiasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang disinergikan dengan Program Gema Sadulur sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memberdayakan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

“Melalui sinergi ini kami tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri,” ujarnya.

Sementara, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan Kampung Sosial merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan kesejahteraan sosial. Ia menegaskan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menciptakan masyarakat yang mandiri.

“Kita tidak ingin masyarakat hanya menerima bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut menjadi jalan bagi masyarakat untuk mandiri melalui usaha dan potensi yang dimiliki,” kata Dian.

Bahkan, dalam kesempatan itu, Dian juga menyampaikan Kabupaten Kuningan tahun ini memperoleh alokasi sekitar 1.800 unit bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan disalurkan ke berbagai desa, termasuk Desa Tugumulya, sebagai bagian dari percepatan peningkatan kualitas hunian masyarakat.

Usai peluncuran, Bupati Kuningan dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat meninjau langsung sejumlah rumah PPKS sebagai bagian dari pelaksanaan rehabilitasi sosial berbasis masyarakat. (eki)