KUNINGAN (MASS) – Pasca meledaknya kasus yang mendera PC NU Kuningan beberapa waktu lalu, kejelasan mengenai siapa yang memimpin ormas besar tersebut sekarang, masih samar-samar. Tak heran jika hal itu jadi perbincangan kalangan nahdiyin, termasuk NU kultural yang mendambakan tetap harumnya citra kyai, ulama maupun organisasi.
Salah satunya H Raden Asep Berliana, seorang NU kultural yang merasa peduli terhadap eksistensi organisasi NU. Dirinya merasa terpukul saat menjadi petugas haji daerah, ternyata kabar tersebut sampai ke Mekkah.
“Saya diberondong pertanyaan dari Jemaah haji dari berbagai daerah. Karena di media massa ada berita menyangkut dugaan asusila salah satu oknum PC NU Kuningan. Saya hanya menjawab, segala sesuatu yang ada di muka bumi ini atas kehendak Allah penguasa jagat raya,” tutur Asep Berli, Senin (27/7/2026).
Ia juga menjelaskan, waktu itu dirinya menyimak dan menyaksikan langsung rapat koordinasi yang dipimpin ketua Suriyah NU Kuningan. Kemudian menyaksikan pula Mukhtasar PC NU Kuningan yang menyatakan bahwa untuk sementara ketua PC NU Kuningan dinonaktifkan.
“Itu penjelasan saya sementara kepada rekan-rekan di Jawa Barat. Bahkan di tanah suci saya juga bertemu dengan sesepuh Jawa Barat KH Sofyan Yahya MA, mantan ketua DPC NU Jabar. Mendengar penjelasan saya, beliau sempat terdiam tapi kemudian berpendapat,” ungkapnya.
Dari masukan rekan-rekannya di Jawa Barat, Asep Berli dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam persoalan tersebut perlu ada sikap bijak.
“Kesimpulan yang saya ambil dari berbagai temen-temen di Jawa Barat, hendaknya bersikap bijak dan alangkah baiknya press release dan atau menonaktifkan diri agar tidak terjadi framing di kalangan orang-orang ahlul sunah bukan struktural berasumsi yang bukan-bukan, termasuk saya juga demikian. Saya berharap semua jajaran PC NU Kuningan bersikap tegas,” tandasnya.
Asep Berli sendiri tidak masuk struktur PC NU. Ia tergolong sosok NU kultural yang kesehariannya menjalankan ajaran dari almarhum ayahnya, KH R Sulaeman Dinyatie, yang kebetulan murid dari Mbah Hasyim Asy’ari. Pada tahun 1932 silam, ayah dari Asep Berli tersebut mondok di Tebu Ireng.
Adapun pucuk pimpinan PC NU Kuningan saat ini masih dipegang oleh seorang Plh yakni Kabag Kesra Setda, K Emup Muplihudin. Asep Berli berpendapat, seharusnya dijabat oleh seorang Plt yang memiliki kewenangan ketimbang Plh. (deden)