Lepas Ratusan Mahasiswa ke Subang dan Selajambe, KKN UM Kuningan Prioritaskan Penanganan Sampah dan Stunting

KUNINGAN (MASS) – Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan resmi melepas ratusan mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler, Senin (27/7/2026) pagi.

Pelepasan mahasiswa KKN dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Dr Elon Charlan M Pd, mewakili Bupati.

Kegiatan juga dihadiri Ketua PDM Dadan Rohmatun Ramdan Lc, Camat Selajambe, Camat Subang, Kapolsek Subang, Kapolsek Selajambe, BPH UM serta civitas akademi UM Kuningan.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM Kuningan, Dr Oman Hadiana M Pd, dalam laporannya menjelaskan bahwa UM Kuningan, menggelar KKN dengan 4 skema.

Skema pertama adalah KKN Kemitraan Internasional. Dimana, angkatan 14 diikuti 11 mahasiswa UMK dan dilepas pada 19 Januari 2026 kemarin. Kemudian, angkatan 15 diikuti 4 mahasiswa UMK, berlangsung pada 1-27 Oktober 2026.

Skema kedua adalah KKN Muhammadiyah Aisyiyah yang diikuti 11 mahasiswa UMK. KKN skema ini digelar pada 27 Juli – 31 Agustus 2026 di Kota Malang.

Skema ketiga yang diikuti mahasiswa UMK adalah KKN Kolaboratif bersama seluruh kampus Kuningan. KKN diikuti 13 mahasiswa UMK di Kecamatan Garawangi dan berlangsung pada 15 Juli – 15 Agustus 2026.

Dan terakhir adalah KKN Reguler yang hari ini dilepas. Rencananya, KKN akan berlangsung mulai 27 Juli hingga 4 September 2026 mendatang dengan diikuti 293 mahasiswa UMK yang disebar di 7 desa se-Kecamatan Subang, dan 7 desa se-Kecamatan Selajambe.

Mahasiswa KKN secara resmi dilepas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Dr Elon Charlan M Pd. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan Bupati untuk para mahasiswa.

“Maka gunakan kesempatan ini untuk belajar dan pada akhirnya bisa mengabdi dimanapun berada,” kata Elon.

Adapun pesan-pesan dari Bupati untuk mahasiswa yang disampaikan Elon, pertama mulai dari menjaga nama baik almamater kampus. Kedua, lanjut Elon, mahasiswa KKN harus jadi role model di tempat KKN, sehingga menarik minat para siswa untuk masuk UM Kuningan.

Dan terakhir, pesan Bupati untuk mahasiswa adalah pendataan anak usia sekolah yang tidak sekolah, serta kajian stunting yang lebih komprehensif. Prosesi pelepasan mahasiswa KKN UM Kuningan sendiri ditandai dengan secara simbolis melepas burung merpati

Senada dengan pesan Bupati, Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc. juga berpesan hal serupa pada mahasiswa. Ia juga kemudian menekankan tantangan mahasiswa KKN di tempat KKN nanti, programnya harus sesuai kebutuhan di lapangan.

“Tentunya harus memberikan dampak dan manfaat di tempat KKN. Pelaksanaan KKN jadi aplikasi ilmu yang ditimba di UM Kuningan,” kata Rektor dalam sambutan.

Ia mengingatkan, mahasiswa tidak melulu harus mengusung progam yang membumbung, tapi yang dibutuhkan masyarakat. Tidak perlu muluk, pesan Rektor, tapi diperlukan masyarakat .

“Inilah perlunya menjadi pribadi mendengar, analisis, dan mmberi solusi masyarakat,” kata Rektor.

Diwawancara pasca pelepasan mahasiswa KKN, Rektor mengaku pihaknya memilih Kecamatan Subang dan Selajambe, karena beberapa persoalan yang dihadapi Kuningan seperti stunting dan sampah, masih jadi kendala berat disana.

Disinggung pesan Bupati melalui Kadisdik soal anak usia sekolah tapi tidak sekolah, Rektor juga mengamini, misi tersebut senafas dengan apa yang menjadi konsen kampus Muhammadiyah. Misi-misi itu juga termasuk yang akan jadi prioritas KKN UM Kuningan. (eki)