Kasus Stunting di Gunungkarung Turun dari 25 Menjadi 12 Anak

KUNINGAN (MASS) – Jumlah kasus stunting di Desa Gunungkarung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, mengalami penurunan. Berdasarkan data pemerintah desa, jumlah anak yang mengalami stunting turun dari 25 anak menjadi 12 anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Gunungkarung, Asep Anugrah, usai kegiatan Rembug Stunting Pencegahan dan Penanganan Stunting Desa Gunungkarung Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Bale Desa Gunungkarung, Senin (7/7/2026).

Asep mengungkapkan penurunan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga kader Posyandu yang selama ini aktif mendampingi balita dengan masalah pertumbuhan.

“Data stunting menurun, yang tadinya 25 menjadi 12. Alhamdulillah untuk program stunting ini menunjukkan hasil yang baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan rembug stunting tersebut, pemerintah desa juga menerima berbagai aspirasi dari para ibu dan kader yang terlibat dalam upaya pencegahan serta penanganan stunting. Aspirasi itu menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan rencana program ke depan.

Menurut Asep, keterbatasan anggaran akibat efisiensi membuat tidak seluruh usulan masyarakat dapat diakomodasi pada tahun ini. Meski demikian, pemerintah desa akan tetap berupaya merealisasikan kebutuhan yang menjadi prioritas.

“Dengan adanya efisiensi anggaran, mungkin tidak semua permintaan bisa kami penuhi. Namun kami berharap ke depan kebutuhan yang disampaikan masyarakat bisa terealisasi,” katanya.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pengadaan alat ukur pertumbuhan balita untuk mendukung pemantauan perkembangan anak. Selain itu, kader Posyandu juga mengusulkan peningkatan fasilitas pendukung serta honorarium.

Asep berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga program penanganan stunting di Desa Gunungkarung dapat berjalan lebih optimal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang telah berperan aktif mendampingi anak-anak dengan pertumbuhan kurang optimal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Posyandu yang telah berjibaku bersama pemerintah desa membantu anak-anak yang pertumbuhannya kurang. Alhamdulillah sekarang jumlahnya berkurang. Harapan kami, kebutuhan yang telah disampaikan dalam rembug stunting ini dapat terealisasi,” pungkasnya. (didin)