Waduk Darma Disiapkan Jadi Living Laboratory Pariwisata Berkelanjutan Jawa Barat

BANDUNG (MAS) — PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) melalui Departemen Operasionalisasi Aset Pariwisata menggagas penjajakan kolaborasi dengan Pusat Studi Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran dalam rangka pengembangan Destinasi Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, sebagai Living Laboratory Pariwisata Berkelanjutan Jawa Barat.

Penjajakan awal kolaborasi tersebut dilaksanakan melalui pertemuan daring yang dihadiri oleh Kepala Divisi Pariwisata PT Jaswita Jabar, Niana N. Syarif; Kepala Departemen Operasionalisasi Aset Pariwisata, Dani Ramdhani, S.Par; serta Kepala Pusat Studi Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran, Dr Kevin Muhamad Lukman ST MEnv, PhD, Senin (22/6/2026).

Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong Waduk Darma sebagai destinasi wisata berkelanjutan berbasis riset, pengabdian masyarakat, konservasi lingkungan, pemberdayaan desa penyangga, ekonomi sirkular, serta penguatan tata kelola kawasan.

Kepala Departemen Operasionalisasi Aset Pariwisata PT Jaswita Jabar, Dani Ramdhani, menyampaikan bahwa Waduk Darma memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi multipihak.

“Waduk Darma memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kuningan. Namun, pengembangannya perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, masyarakat, ekonomi lokal, serta tata kelola kawasan. Karena itu, kami menggagas kolaborasi dengan Pusat Studi Pariwisata Berkelanjutan UNPAD agar pengembangan Waduk Darma dapat berbasis riset, pengabdian, dan inovasi,” ujar Dani.

Melalui pendekatan Living Laboratory, lanjutnya, Waduk Darma diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan inovasi kebijakan pariwisata berkelanjutan.

Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian dalam kolaborasi ini antara lain pengelolaan eceng gondok, penguatan peran desa penyangga, pemberdayaan UMKM lokal, pengembangan ekonomi sirkular, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, serta penyusunan model tata kelola destinasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Divisi Pariwisata PT Jaswita Jabar, Niana N. Syarif, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memperkuat arah pengembangan destinasi yang lebih terukur dan berdampak.

“Pengembangan destinasi wisata tidak dapat hanya dilihat dari sisi kunjungan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan UNPAD, kami berharap Waduk Darma dapat menjadi contoh pengembangan destinasi yang mengedepankan keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi,” ujar Niana.

Adapun peluang kolaborasi yang dibahas meliputi penyusunan baseline study kawasan, pemetaan desa penyangga, kajian pengelolaan eceng gondok, pengembangan sekolah desa wisata, inkubasi UMKM, penelitian kolaboratif, kuliah lapangan, KKN tematik, publikasi ilmiah, serta penyusunan policy brief bagi penguatan kebijakan pariwisata berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, PT Jaswita Jabar berharap Waduk Darma dapat berkembang menjadi model destinasi wisata berkelanjutan Jawa Barat yang mampu mengintegrasikan kepentingan konservasi sumber daya air, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Tentang PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda)

PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) merupakan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Jawa Barat yang bergerak di bidang jasa dan kepariwisataan, termasuk pengelolaan aset pariwisata, pengembangan destinasi, hospitality, perjalanan wisata, serta optimalisasi ekosistem pariwisata daerah. Salah satu asset wisata milik Provinsi Jawa Barat yang dikelola adalah Waduk Darma. (eki)