KUNINGAN (MASS) – Taman Kanak-kanak (TK) Alam Al Ghifari Kuningan baru saja menggelar kegiatan Hubbul Qur’an dan Perpisahan di Hotel Tirta Sanita, Cigandamekar.
Pada kegiatan yang digelar pada Sabtu (20/6/2026) pagi di Ballroom Hotel ini, ditampilkan hasil belajar dan ujuk kebolehan anak. Mereka disaksikan langsung oleh orang tua/wali.
Total anak yang mengikuti kegiatan perpisahan adalah 19 peserta perpisahan, yang tergabung dalam kelompok B di TK Al Ghifari. Kebanyakan dari peserta akan segera menempuh pendidikan selanjutnya.
Selain wisuda tahfidz juz 30, anak-anak juga dipentas hadist dan doa-doa pendek. Hafalan dan keberanian para santri TK Alam Al Ghifari itu, nampak membuat masing-masing orang tua bangga dan haru.
Anak-anak TK Alam Al Ghifari yng hadir tidak hanya kelompok B yang mengikuti wisuda, namun kelompok A (tingkat pertama) juga yang turut menyemarakkan kegiatan. Mereka menghibur dengan tarian dan juga aksi seni lainnya.
Saat kelompok A tampil ,tidak hanya peserta wisudawan yang senang namun seluruh yang hadir pun merasa bahagia dan terhibur dengan aksi Ananda yang tampil percaya diri, energik dan luwes.
Kebanyakan ananda kelompok A ini akan melanjutkan kembali di TK Alam Terpadu Al Ghifari, di kelompok B. Sama seperti kelompok B, anak-anak di kelompok A pun belajar Al-Qur’an secara terstruktur dan menyenangkan, meliputi pengenalan huruf hijaiyah, makharijul huruf, tahsin, hafalan hadits, surat-surat pendek, doa harian, serta pembiasaan adab Islami.
Selain anak-anak dan orang tua wali, nampak hadir langsung dalam kegiatan, Ketua MUI Kabupaten Kuningan KH Dodo Syarif Hidayatullah, Ketua Yayasan dr Asep Hermana, Korda Ummi Ustadz Dadi dan Ustadz Lukman, Ketua PMOG Cecep Rusdianto, Kasi PAUD, hingga pengawas TK.

KH Dodo Syarif H, Ketua MUI sekaligus Ketua Komite TK, mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, dimana orang tua bisa tahu perlembangan anak.
“Yang paling harus berbahagia dan bersyukur adalah orang tua, pandailah bersyukur hari ini kita bisa menyaksikan progres dari anak kita,” ucapnya sembari berpesan bahwa orang yang membaca alquran adalah keluarga allah, apalagi kalo menghafal dan memahaminya.
“Berbahagialah yang menghafal alquran,” pesannya.
Senada, Ketua PMOG Cecep Rusdianto juga mengapresiasi dan berterima kasih untuk seluruh civitas akademis yang telah memberikan manfaat untuk anak-anak. Ia menilai, apa yang ditunjukkan anak-anak sudah sangat luar biasa.
Begitupun dengan Kasi Paud dan Dikmas Eri. Dalam testimoninya, ia memuji hasil belajar anak di TK Al Ghifari yang dianggap susah sangat luar biasa,.
“Bukan hanya pelepasan biasa tapi mudah-mudahan apa yang dipelajari di TK Al Ghifari (bisa terus diterapkan) terus belajar, hormat orang tua dan guru,” ucapnya.
“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak ibu guru, atas kesabaran atas melatih dan mendidik anak-anak, mudah-mudahan ini jadi satu amalan yang luar biasa,” imbuhnya.
Sesi perpisahan menjadi lebih dramatis saat perwakilan orang tua/wali TK memberikan testimoni terbuka. Bunda Ezard misalnya, berterima kasih atas pengalaman nyata dari TK Al Ghifari.
“Alhamdulillah, anak saya sudah bisa sosialisasi, hafalan hadist, bisa menjawab spontan. Terima kasih sudah menjadi sekolah yang menyenangkan bagi anak-anak, juga menenangkan bagi wali murid,” katanya sambil tersedu-sedu.
Testimoni serupa juga disampaikan Bunda Ai (Andira), Reny Febrianti. Ia mengaku sudah dua kali menyekolahkan anak ke TK Al Ghifari.
“Hanya sedikit waktu dengan ortu, (karena itu) kami percayakan ke sekolah. Makanya kami pilih sekolah terbaik, bukan menggantikan orang tua, tapi bagaimana ketika tidak bersama kami, murid bisa sejalan,” tuturnya.
“Kita semua faham, anak kita masih TK masih mau dipeluk, dicium sama kita, entah kapan akan malu dicium dan dipeluk sama kita
Tapi kita harap, anak kita sampai akhir hayatnya, bisa tetap memeluk Alquran
Ini bukan hal mudah, ngeremnya susah, dengan gadget, tontonannya,” imbuhnya lagi.
Sementara, Kepala TK Alam Al Ghifari, Chotimah S Pd, menjelaslan bahwa ada 19 anak yang sudah munaqosah metode ummi, dan dilanjutkan wisuda tahfidz. Dari 19 anak itu, kebanyakan akan melanjutkan ke SD meskipun ada juga yang umurnya belum cukup, dan akan kembali masuk TK.
“Kalo metode itu, sebenarnya (minimal) hafalannya sampai At Takatsur. Tapi ternyata anak-anak di TK Alam Al Ghifari melebihi, bahkan sudah ada yang hafal juz 30,” kata Chotimah.
Anak-anak yang sudah hafal itu, bahkan ditest secara terbuka saat munaqosah. Bahkan dalam Hubbul Quran dan perpisahan, anak-anak juga secara acak ditest oleh orang tua wali. Dan anak-anak, dengan lantang melafalkan hafalannya.
“Kami berharap tumbuh rasa cinta ananda kepada Al-Qur’an, sehingga kelak menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” pesan Kepsek.
Hal itu juga sejalan dengan visi misi yang dicanangkan Yayasan yaitu “Membentuk generasi cerdas berakhlakul karimah”.
Saat ini, TK Alam Al Ghifari sudah membuka pendaftaran, namun masih terbuka untuk murid baru. Untuk informasi lebuh lanjut, bisa langsung menghubungi kontak 081232000554. (eki)