KUNINGAN (MASS) – Belasan ribu calon murid baru untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), kini tengah harap-harap cemas untuk bisa masuk ke sekolah impiannya masing-masing.
Untuk tingkat SMP, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dibuka sendiri ada 4 jalur dengan rentan waktu yang berbeda.
Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Dr Elon Charlan M Pd, didampingi Sekdisdikbud sekaligus Ketua SPMB tingkat Kabupaten H Pipin M Arifin M Pd dan Sekretaris SPMB Tedy Swasdiana.
Calon murid yang memilih jalur prestasi, kata Ketua SPMB Pipin, prosesnya sudah berlangsung pada tanggal 8 Juni hingga 12 Juni 2026 kemarin. Kini, tinggal tersisa 3 jalur lainnya.
Sementara, ketiga jalur SPMB lainnya itu, akan dibuka selama 3 hari, mulai Senin besok 22 Juni hingga 25 Juni 2026 mendatang. Ketiga jalur yang dimaksud adalah domisili (sesuai alamat terdekat sekolah), afirmasi (siswa tidak mampu) dan mutasi (pindah tugas orang tua/wali).
Meski secara panduan akan dibuka mulai Senin, ada juga sekolah tingkat SMP yang dilaporkan sudah memulai SPMB.
Ketua SPMB Pipin optimis, SPMB untuk sekolah di Kabupaten Kuningan akan berlangsung objektif, terbuka dan prosesnya berjalan lancar. Proses SPMB ini, lanjutnya, mengacu pada Permendikdasmen RI no 3 tahun 2025.
Meski optimis, pihaknya juga membuka kanal aduan, jika saja, ada pihak yang merasa perlu keluhan/kejelasan lebih lanjut. “Kanal aduan Disdikbud Kabupaten Kuningan (085864049473),” sebutnya, Kamis (19/6/2026).
Khusus soal jalur domisili yang hampir setiap tahun jadi polemik karena mendadak banyak calon siswa pindah alamat jelang SPMB, kini dipastikan prosesnya lebih ketat.
Siswa bisa menggunakan alamat baru, jika memang sudah pindah ke alamat baru selama 1 tahun. Tidak hanya itu, kepindahan siswa ke alamat baru itu harus dibarengi dengan pindahnya orang tua, bukan hanya sang anak.
Selain SPMB untuk tingkat SMP, dijelaskan juga bahwa SPMB untuk tingkat TK dan SD akan segera dibuka. Prosesnya akan dimulai tanggal 29 Juni sampai 8 Juli 2026 mendatang. (eki)