KUNINGAN(MASS) – Warga penghuni Perumahan Babakan Endah kesal dan kompak melayangkan protes keras kepada pihak pengembang, PT Propertindo Jaya Perkasa, karena dinilai telah ingkar janji.
Aksi protes ini dipicu oleh sikap pengembang yang tak kunjung menyelesaikan kewajibannya terkait penyediaan Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum). Masalah ini mencuat kembali setelah warga menggelar rapat koordinasi terakhir pada Selasa pekan ini.
Salah seorang warga Perum, Rahman, mengungkapkan kasus penundaan fasilitas ini sebenarnya sudah berlarut-larut hingga satu setengah tahun lamanya. Padahal, pertemuan dan rapat bersama pihak pengembang sudah berulang kali dilaksanakan oleh warga.
“Rapat terakhir selasa wengi (malam) kamari, kasusna tos 1,5 tahun, pengembang ingkar janji bae padahal sudah berkali-kali rapat,” tuturnya kepada kuninganmass.com Rabu (10/6/2026).
Bahkan, persoalan ini sebelumnya sudah sempat dimediasi resmi hingga keluar putusan dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Pihak pengembang pun diketahui sudah menandatangani dokumen kesepakatan di atas segel meterai, namun realisasinya di lapangan masih nihil.
“Pengembang sudah tanda tangan di atas segel materai, sudah ke BPSK, sudah ada putusan sidang BPSK,” tuturnya.
Ketua RT setempat, Asep Abdul Fatah, membenarkan adanya konflik tersebut. Sebagai bentuk protes, warga telah menggelar aksi damai serta memasang dua spanduk berukuran besar tepat di depan gerbang perumahan agar mendapat perhatian serius dari manajemen.
“Iya betul, kami sampaikan bahwa warga sudah masang spanduk dan menggelar aksi damai,” tambahnya.
Ia merinci ada banyak fasilitas yang hingga kini masih terbengkalai dan belum dibangun oleh pengembang. Mulai dari jalan yang belum dicor, tiang listrik di Blok I, J, dan K yang belum dipasang, hingga ketiadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
“Tuntaskan jalan yg belum dicor, tuntaskan ketersediaan sumur air bersih, bangun fasilitas sosial, seperti gedung pertemuan, sarana olahraga,” paparnya.
Di sisi lain, perwakilan pihak pengembang, Jajang Suteja, mengakui adanya keterlambatan pembangunan karena terkendala kondisi perekonomian saat ini. Namun, ia mengklaim pengerjaan sumur bor sudah mulai dilaksanakan sejak kemarin setelah surat izin pengeborannya terbit.
“Untuk proses pembangunannya kan belum sepenuhnya selesai ya, kaitan pengeboran sebenernya sudah sedang dikerjakan, surat izin pengeborannya sudah ada,” tuturnya saat diwawancara kuninganmass.com.
Jajang menyebutkan pemenuhan tuntutan warga lainnya seperti pembangunan jalan dan gedung akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya belum bisa berjanji kapan seluruh fasilitas akan selesai total, mengingat kawasan perumahan tersebut saat ini juga masih dalam proses pembangunan berjalan.
“Kan pembangunannya bertahap ya, termasuk jalan dan fasilitas lainnya semuanya dalam proses,” pungkasnya. (raqib)