Tuntaskan Tujuh Hari GPM Idul Adha, Pemkab Kuningan Intervensi Harga Pangan dan Jaga Daya Beli Warga

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menuntaskan rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) Iduladha melalui program DIRAHMATI (Diskon Harga Hemat Tahan Inflasi) setelah digelar selama tujuh hari penuh, mulai Senin hingga Minggu, 18–24 Mei 2026.

Program yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan tersebut menjadi salah satu instrumen utama pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi pangan, menjaga stabilitas harga, serta melindungi daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2026.

Rangkaian GPM Idul Adha ditutup melalui pelaksanaan GPM MASAGI Car Free Day (CFD), Minggu (24/5/2026) kemarin, setelah sebelumnya digelar secara berkelanjutan di enam desa lintas kecamatan.

Adapun lokasi pelaksanaan meliputi:

18 Mei 2026 — Desa Jalatrang, Kecamatan Cilebak
19 Mei 2026 — Desa Bangunjaya, Kecamatan Subang
20 Mei 2026 — Desa Pancalang, Kecamatan Pancalang
21 Mei 2026 — Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin
22 Mei 2026 — Desa Citapen, Kecamatan Hantara
23 Mei 2026 — Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus
24 Mei 2026 — GPM MASAGI CFD Kabupaten Kuningan

Pelaksanaan selama tujuh hari berturut-turut tersebut dirancang untuk memastikan akses pangan murah dapat dirasakan merata oleh masyarakat, baik di wilayah pedesaan maupun pusat aktivitas masyarakat perkotaan.

GPM Idul Adha hadir di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi dan tren kenaikan harga sejumlah komoditas strategis menjelang hari raya.

Berdasarkan data pemantauan harga pangan tingkat konsumen Kabupaten Kuningan per 24 Mei 2026, harga sejumlah komoditas masih berada pada level tinggi, di antaranya beras premium Rp14.000–14.500/kg, bawang merah Rp45.000/kg, cabai rawit merah Rp75.000–80.000/kg, daging sapi Rp135.000–140.000/kg, serta minyak goreng kemasan mencapai Rp23.000/liter.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah melakukan intervensi harga dengan menjual komoditas di bawah harga pasar. Beras premium dijual Rp12.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, cabai merah Rp53.000/kg, cabai rawit merah Rp60.000/kg, Minyakita Rp15.500/liter, minyak goreng Sania Rp16.000/kemasan, gula pasir Rp15.500/kg, tepung terigu Rp8.000/kg, telur ayam Rp24.500/kg, daging ayam Rp34.500/kg, daging sapi Rp125.000/kg, tomat Rp10.000/kg, dan cabai acung Rp40.000/kg.

Selisih harga tersebut dinilai signifikan dalam membantu masyarakat menekan pengeluaran rumah tangga menjelang Iduladha. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi di seluruh titik pelaksanaan. Ribuan warga memadati lokasi GPM untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa GPM Idul Adha merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Inflasi pangan tidak boleh menjadi beban masyarakat. Pemerintah harus hadir lebih cepat sebelum gejolak harga terjadi. Karena itu kami memilih melakukan intervensi langsung di lapangan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok dengan harga yang wajar,” tegasnya.

Menurut Bupati, program tersebut bukan sekadar pasar murah, melainkan instrumen strategis pengendalian inflasi daerah yang dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau dan menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. Ketika daya beli masyarakat terjaga, maka stabilitas ekonomi daerah juga akan ikut kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah harus bergerak cepat dan adaptif menghadapi dinamika harga pangan menjelang hari besar keagamaan.

“Permintaan pangan menjelang Idul Adha selalu meningkat. Karena itu pemerintah harus memastikan pasokan aman, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali agar masyarakat dapat menyambut hari raya dengan lebih tenang,” katanya.

Bupati Dian juga menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari implementasi visi Kabupaten Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh), khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengakses pangan dengan harga yang layak dan terjangkau. Itu yang terus kami jaga melalui intervensi pemerintah daerah,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menegaskan bahwa seluruh rangkaian GPM Idul Adha dirancang berbasis data harga harian dan pola fluktuasi komoditas pangan.

“Kami melakukan monitoring harga pangan setiap hari sebagai dasar pengambilan kebijakan. Ketika terdapat disparitas harga yang cukup tinggi, pemerintah hadir melakukan intervensi agar gejolak harga dapat ditekan dan akses pangan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan distribusi pangan murah, tetapi instrumen stabilisasi ekonomi daerah yang dirancang secara adaptif, terukur, dan tepat sasaran.

“Kami tidak ingin menunggu harga melonjak liar. Ini adalah langkah antisipatif sekaligus korektif untuk menjaga keseimbangan pasar, melindungi konsumen, dan tetap memperhatikan keberlanjutan produsen,” tegasnya.

Dengan pendekatan berbasis data, subsidi terarah, serta keterlibatan langsung pimpinan daerah, program ini dianggap menjadi model intervensi pasar yang efektif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (eki)