KUNINGAN (MASS) – Komitmen Waroenk Rakyat dalam memberikan penghargaan bagi masyarakat Kuningan dalam tema Pangajen Rakyat Pinunjul direspon postif oleh berbagai kalangan. Dari orang nomor satu di Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, Pimpinan DPRD Kab Kuningan, Nuzul Rachdi, hingga organisasi kemasyarakatan yang memiliki kedekatan khusus dengan tema yang diusung.
Sejak dibuka 20 April 2026 hingga hari penutupan 20 Mei 2026, sudah ratusan nominasi penerima penghargaan Pangajen Rakyat Pinunjul yang masuk list. Untuk tahap selanjutnya pasca penutupan , seluruh Nominator yang masuk atas hasil rekomendasi hingga mendaftar mandiri, akan dilakukan penilaian yang dilihat dari berbagai kriteria.
“Alhamdulillah, niat kami untuk mencari mutiara terpendam pada ajang pemberian penghargaan dengan tema Pangajen Rakyat Pinunjul, telah selesai pada fase pertama, yaitu pendaftaran hingga penutupan. Tentunya saya ucapkan banyak terima kasih, karena diluar ekspektasi, ternyata banyak yang mendukung kegiatan ini,” tutur Ketua Pelaksana Pangajen Rakyat Pinunjul 2026, M Dzikri Caesar, dengan mata berkaca-kaca.
Diceritakan oleh pria yang sekarang menjabat sebagai sekretaris KNPI Kuningan ini, diawal ide penghargaan ini muncul, banyak perdebatan hangat, hingga dari tim dan founder Waroenk Rakyat menyepakati, issue yang mungkin dianggap tidak populis karena memberikan penghargaan kepada sosok-sosok yang mungkin biasa-biasa saja.
“Kami sepakat memilih setiap kategori dari sosok-sosok yang mungkin dianggap biasa di lingkungannya. Sama hal dengan sejarah berdirinya Waroenk Rakyat, berdiri dari niatan anak muda yang tidak memiliki prestasi pada umumnya yang dapat dibanggakan, namun dibalik hal itu terdapat niat untuk berkontribusi pada Kuningan, hingga akhirnya waroenk rakyat bisa terus eksis hingga sekarang,” jelas Dzikri.
Ratusan sosok inspiratif yang masuk sebagai nominator, pada fase selanjutnya akan disaring hingga memunculkan penerima penghargaan tersebut. Disebutkan oleh Dzikri, bahwa penyaringan para nominator akan dilakukan oleh pihak netral dan profesional sebagai juri, bahkan besar kemungkinan akan dilakukan wawancara langsung dengan para calon pemenang.
“Seperti jargon Waroenk Rakyat selama ini, tidak menerima 86 dalam bentuk apapun, maka kami pastikan bahwa penilaian kami bersih tanpa embel-embel titipan siapapun. Semua penilaian akan dibuat seobjektif mungkin,” tutup kader NU tersebut. (eki)