KUNINGAN(MASS) – Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Kuningan mencatat tren positif pada penerimaan pajak daerah di kuartal pertama tahun 2026. Secara nasional, pertumbuhan ekonomi terpantau stabil di angka 5,5 persen, yang turut berdampak pada geliat ekonomi di tingkat lokal.
Kepala Bappenda Kuningan, Drs Laksono Dwi Putranto, MSi, menyatakan secara keseluruhan penerimaan pajak masih berada dalam jalur yang tepat (on the track). Hingga akhir April 2026, capaian pendapatan daerah telah menyentuh angka di kisaran 30 persen lebih.
Berdasarkan hitungan bulanan, target registrasi pendapatan dipatok pada angka 8,3 persen. Jika diakumulasikan dalam satu kuartal atau empat bulan pertama, maka target yang harus dikejar adalah sekitar 33 persen dari total target tahunan.
“Untuk di Kuningan sendiri sampai akhir April ini sudah di angka 30 sekian persen. Memang masih sedikit di bawah target kumulatif 33 persen, namun posisinya sudah mendekati,” ujar Laksono saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026).
Sejumlah sektor pajak menunjukkan lonjakan signifikan yang melampaui ekspektasi di awal tahun. Pajak hotel menjadi salah satu penyumbang tertinggi dengan capaian mencapai 40 persen, disusul oleh pajak restoran yang sudah berada di angka 35 persen.
“Beberapa sektor sudah ada lonjakan lonjakan kemarin, seperti pajak hotel sudah 40 persen, pajak restoran itu sudah di angka 35 persen,” tambahnya.
Tingginya realisasi pada sektor hotel dan restoran ini menandakan aktivitas pariwisata dan kuliner di Kabupaten Kuningan berjalan sangat produktif selama kuartal pertama.
“Kemarin sempat terbantu di lebaran dan pasca lebaran dan di bulan ramadan nya,” paparnya.
Meski demikian, Bappenda mencatat masih ada sektor yang belum menunjukkan hasil optimal. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) dilaporkan masih menjadi tantangan karena penerimaannya belum mencapai target yang diharapkan.
“Ada juga yang belum tercapai target penerimaannya, di Pajak MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) yang masih belum optimal penerimaan pajaknya,” pungkasnya. (raqib)