Belum Sempat Diperbaiki, Rumah yang Diajukan Rutilahu Ini Justru Ambruk

KUNINGAN (MASS) – Sebuah rumah milik warga di Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan ambruk pada Senin (27/4/2026). Ironisnya, rumah tersebut sebelumnya telah diajukan untuk mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) oleh pihak kelurahan.

Peristiwa itu menimpa seorang warga lanjut usia, Bedi Aziaslani (53), yang tinggal seorang diri (1 KK, 1 jiwa) di Lingkungan Puhun RT 3 RW 1, Kelurahan Purwawinangun.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan kejadian itu dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

“Pada hari Senin, sekitar pukul 14.00 WIB sampai 17.30 WIB terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi atap rumah yang sudah lapuk menyebabkan bagian atap ambruk,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagian rumah yang terdampak meliputi atap kamar tidur dan ruang tamu. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerusakan cukup parah terjadi pada bangunan berukuran 8×6 meter.

“Kerugian meliputi atap kamar tidur ukuran 4×4 meter dan atap ruang tamu bagian depan ukuran 6×4 meter yang ambruk dan sudah diajukan ke program Rutilahu oleh Kelurahan Purwawinangun,” tuturnya.

Upaya penanganan telah dilakukan oleh BPBD bersama aparat kelurahan yang berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta unsur TNI dan Polri di Kabupaten Kuningan.

Saat ini, pemilik rumah dibantu warga setempat tengah membersihkan material bangunan yang ambruk dan mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.

Untuk sementara waktu, korban mengungsi ke rumah kerabatnya, Adi Mulyadi (63), yang masih berada di lingkungan yang sama.

BPBD menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan logistik dan material bangunan. “Langkah lanjutan akan dikoordinasikan dengan pihak kelurahan dan pihak terkait lainnya,” pungkasnya. (didin)