Rombak Besar Kepengurusan, H Taufik Munculkan Anak Muda di Posisi Sekretaris, DPD TMI Kuningan Lakukan Restrukturisasi Hingga Akar Rumput

KUNINGAN (MASS) – Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Kabupaten Kuningan resmi melakukan penyegaran organisasi melalui langkah restrukturisasi kepengurusan. Bertempat di kediaman tokoh HKTI sekaligus guru SMKN 1 Kuningan, Sumadi, di Desa Cileuleuy pada Minggu (26/4/2026), puluhan anggota berkumpul menyusun strategi di sisa masa jabatan 2024-2028.

Langkah perombakan ini bukan tanpa alasan. TMI Kuningan berupaya keras memaksimalkan roda organisasi agar lebih sigap dalam menjalankan program strategis nasional. Fokus utamanya adalah mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Ketua DPD TMI Kabupaten Kuningan, H Taufik Hendriawan, SE, mengungkapkan kepengurusan sebenarnya sudah terbentuk sejak tahun 2024 hingga tingkat desa. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak pengurus yang tidak aktif karena kesibukan masing-masing. Hal ini sempat membuahkan teguran dari pengurus wilayah maupun pusat terkait kurangnya progres kegiatan di Kuningan.

“Kita ini sebenarnya sudah terbentuk di tahun 2024 dengan struktur dari mulai DPD sampai Korcam dan Kordes, namun seiring berjalannya waktu banyak yang tidak aktif mungkin karena kesibukan dan hal lain, jadi kita sering kena Tegur baik dari DPW maupun dari DPN karena ketidakaktifan Organisasi di Kuningan,”tuturnya.

Kehadiran anak muda di tubuh TMI diharapkan menjadi jawaban atas tantangan regenerasi petani yang saat ini mulai langka. Dengan energi baru, TMI optimis dapat memberikan warna berbeda dalam memajukan sektor pertanian di Kabupaten Kuningan agar lebih modern dan produktif.

“Maka hari ini setelah kami berdiskusi dengan tim Kita laksanakan Restrukturisasi dengan lebih memperbanyak Kepengurusan dari Generasi Muda, harapannya agar lebih gerak cepat dalam menangkap peluang dan Program sehingga dapat terwujud Regenerasi Petani dan juga capaian Ketahanan pangan dan Swasembada Pangan,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Sumadi selaku tokoh HKTI yang memfasilitasi pertemuan tersebut, mengapresiasi semangat Ketua TMI yang terus konsisten meski sempat mendapat teguran dari pusat. Menurutnya, restrukturisasi ini adalah momentum bagi TMI Kuningan untuk kembali “melesat” dan memberikan manfaat nyata bagi para petani di lapangan.

“Sebenarnya Ketua TMI sudah sejak lama berdiskusi karena sering dapat Tegur dari DPW dan DPN akibat ketidakaktifan organisasi di Tingkat DPD kuningan, beliau itu masih punya semangat yang sangat luar biasa dalam berkiprah demi kebermanfaatan dan kemajuan pertanian di Kabupaten Kuningan, mudah-mudahan dengan Restrukturisasi ini yang mana diisi oleh generasi muda bisa kembali Begerak cepat dan Melesat,” ucapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Komisi II, Sri Laelasari, yang kini duduk di jajaran Dewan Penasihat TMI. Politisi Gerindra ini berharap agar pengurus baru bisa langsung tancap gas menyukseskan program swasembada pangan yang tertuang dalam misi “Asta Cita” Presiden.

“Harapan Saya dengan Restrukturisasi ini TMI semakin gerak dalam menjalankan Program Bapak Presiden dibidang Pertanian guna mewujudkan Swasembada Pangan yang tertuang dalam Asta Citanya. “tutur Sri.

Perombakan besar-besaran terjadi hampir di semua bidang, termasuk pada posisi kunci. Jabatan Sekretaris kini resmi berganti dan dipercayakan kepada Imam Muh. Agung Fauzy. Sosok anak muda yang dikenal energik ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak organisasi dalam mempercepat laporan dan progres kerja di lapangan.

Restrukturisasi ini tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten saja, namun akan menyentuh hingga ke akar rumput, mulai dari Koordinator Kecamatan (Korcam) hingga Koordinator Desa (Kordes). TMI ingin memastikan bahwa setiap jajaran pengurus memiliki semangat yang sama untuk memajukan pertanian. (raqib)