KUNINGAN (MASS) – Suasana halal bihalal silaturahmi masih terasa kental di lapangan hijau. Keluarga besar alumni Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) menggelar laga sepak bola bertajuk “Halal Bihalal” melawan jajaran pengurus IMK Wilayah Cirebon. Pertandingan persahabatan ini digelar di Stadion Hikmat Caracas, Kecamatan Cilimus, pada Kamis sore (17/4/2026).
Laga yang mempertemukan tim Kabumi FC (Alumni) melawan IMK FC (Pengurus) ini berlangsung seru dan penuh drama. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Kabumi FC yang diperkuat oleh barisan pemain senior berusia 30 tahun ke atas langsung mengambil inisiatif serangan. Pengalaman dan kematangan usia nampaknya menjadi kunci bagi mereka dalam menguasai jalannya pertandingan.
Di sisi lain, tim IMK FC yang didominasi oleh kalangan mahasiswa aktif tampak sedikit kewalahan di awal laga. Meski unggul dalam hal stamina dan kecepatan, para mahasiswa ini terlihat masih beradaptasi dengan strategi.
Kematangan tim alumni akhirnya membuahkan hasil manis. Pertandingan berakhir dengan skor telak 3-1 untuk kemenangan Kabumi FC. Dede Awaludin menjadi bintang lapangan dalam laga tersebut setelah berhasil menyarangkan dua gol ke gawang lawan, sementara satu gol tambahan lainnya disumbangkan oleh Hilman.
Dede Awaludin tak dapat menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya usai pertandingan. Ia merasa puas bisa mencetak brace atau dua gol sekaligus dalam satu laga, yang membawa tim alumni unggul jauh.
“Alhamdulillah kemenangan ini bukan hanya soal skor, tapi soal menjaga kekompakan antar lintas generasi alumni,” tuturnya pasca laga.
Sementara itu, tim IMK FC hanya mampu membalas satu gol hiburan. Gol tunggal bagi tim mahasiswa tersebut dicetak oleh sang kapten kesebelasan, Wirya NF. Meskipun harus menelan kekalahan, gol dari Wirya sempat membangkitkan semangat rekan-rekan setimnya untuk terus memberikan perlawanan hingga menit akhir.
Usai laga, Wirya NF selaku kapten IMK FC mengakui keunggulan tim senior. Ia menyebutkan timnya masih memerlukan banyak evaluasi, terutama dalam menyesuaikan gaya bermain dari futsal ke sepak bola lapangan besar. Transisi taktik dan penempatan posisi menjadi catatan penting bagi tim pengurus untuk pertandingan selanjutnya.
“Kami memang masih menyesuaikan diri karena biasanya tim lebih sering bermain futsal. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami para mahasiswa untuk belajar dari para senior mengenai cara mengatur tempo di lapangan besar,” ujar Wirya. (raqib)