KUNINGAN (MASS) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi siswa dan orang tua, kini justru menghawatirkan karena ditemukan ulat belatung dalam telor rebus dan salak, serta menu-menu yang tilak layak konsumsi.
Kondisi tidak layak itulah yang juga ditemukan di menu MBG Kecamatan Cilimus pada Jumat (17/4/2026) tadi. Kabarnya, temuan ini bukan yang pertama kali, kejadian serupa sudah berulang terjadi dan dikeluhkan penerima manfaat karena menganggap tidak ada perbaikan nyata.
Salah satu yang mengeluh adalah Nur, orang tua dari penerima manfaat menu MBG (SD dan balita). Ia kemudian menunjukkan menu yang kemudian dibuang, karena khawatir berbahaya jika dikonsumsi. Ada salak busuk dan telur berulat.
Laporan demi laporan kabarnya beberapa kali dilayangkan orang tua murid. Menu chicken katsu yang berbau menyengat, tahu basi yang berulang, hingga telur puyuh yang baunya menyerupai bangkai. Bahkan, pada saat bulan puasa lalu, dikatakan kurma yang dibagikan pun ditemukan dalam kondisi berulat.
Menanggapi keluhan kualitas makanan ini, Camat Cilimus, Ade Bunyamin, SE, MSi, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan pihak SPPG untuk evaluasi total. Dapur MBG sendiri berada di Bandorasa.
“Akan dikomunikasikan ke SPPG untuk dievaluasi dan diperbaiki kedepannya dan sudah ada hotline pengaduan MBG tingkat kecamatan, setiap aduan yang masuk pasti kami tindaklanjuti segera,” tuturnya.
Ia menjamin setiap laporan yang masuk dari masyarakat maupun sekolah akan langsung ditindaklanjuti secara cepat untuk mencari solusi di lapangan. Lebih tegas lagi, Camat Ade membuka peluang untuk mengganti pihak penyedia makanan jika teguran yang diberikan tidak juga membuahkan hasil.
“Bisa ditegur dan nanti direkomendasikan ke korcam untuk alih SPPG jika tidak ada perubahan,” tambahnya. (raqib)