Warganya Masih Terjebak di Kamboja, Kelurahan Cipari Sudah Ajukan Bantuan ke Disnaker, Kini Menanti Langkah Kementerian

KUNINGAN (MASS) – Upaya penyelamatan terhadap AS, warga Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, yang menjadi korban penipuan dan eksploitasi tenaga kerja di Kamboja, terus diupayakan oleh kelurahan setempat. Hingga saat ini, pihak Kelurahan Cipari telah melakukan berbagai langkah administratif guna membawa pulang warganya tersebut ke tanah air.

Lurah Cipari, Ooh, mengungkapkan pihaknya telah bergerak cepat sejak menerima laporan terkait kondisi AS di luar negeri. Ia menegaskan proses pengajuan bantuan hukum dan perlindungan sudah sampai ke tingkat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kuningan.

“Kami dari pihak kelurahan sudah mengajukan laporan resmi dan berkonsultasi secara intensif dengan Dinas Tenaga Kerja. Prosedurnya memang harus melalui dinas terkait sebelum nantinya diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Ooh kepada kuninganmass.com Jumat (10/4/2026).

Menurut penjelasannya, Dinas Tenaga Kerja Kuningan sendiri telah meneruskan laporan tersebut kepada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Hal ini merupakan prosedur wajib karena instruksi untuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja harus datang langsung dari kementerian terkait di Jakarta.

Guna memperlancar proses pemulangan, pihak kelurahan juga telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang diperlukan. Salah satunya adalah dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) milik keluarga korban, dengan harapan pemerintah pusat dapat memberikan prioritas bantuan perlindungan bagi warga tersebut.

Meski seluruh berkas sudah diajukan, Ooh mengakui hingga detik ini belum ada kabar baik mengenai kapan AS bisa dipulangkan. Pihak kelurahan dan keluarga masih menunggu informasi resmi, baik dari pihak kementerian di pusat maupun kontak langsung dari AS yang saat ini masih tertahan di Kamboja.

“Sampai hari ini, jujur saja kami belum mendapatkan perkembangan terbaru mengenai jadwal kepulangan. Kami terus menunggu respons dari kementerian maupun komunikasi dari orang yang bersangkutan di Kamboja sana,” pungkasnya. (raqib)