KUNINGAN (MASS) – Sosok Iin Mutmainah kini menjadi inspirasi baru bagi generasi muda di Kabupaten Kuningan. Diusianya yang masih 20 tahun asal Desa Patalagan, Kecamatan Pancalang ini, berhasil menembus jajaran finalis ajang bergengsi Miss Hijab Jawa Barat. Di tengah kesibukannya sebagai seorang mahasiswi sekaligus santri ia berkeinginan kuat menginspirasi bagi remaja seusianya.
Berkuliah di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan. Di sela-sela kepadatan jadwal kuliahnya, ia juga aktif berorganisasi sebagai anggota muda di Korps Protokoler Mahasiswa (KPM).
“Saya ikut organisasi KPM agar mendapat pengalaman dan dapat membentuk mental menjadi pribadi yang lebih percaya diri saat tampil di depan publik,” tuturnya saat diwawancara kuninganmass.com Minggu (5/4/2026).
Tidak hanya berputar di ruang kelas kampus, ia juga menimba ilmu agama dengan “mondok” di Pesantren Salsabila, Cigugur, Kuningan. Kehidupan sebagai santri ia jalani dengan penuh kedisiplinan. Selesai kuliah, waktunya langsung diisi dengan berbagai kegiatan pondok, mulai dari belajar kitab hingga menjalankan amanah dari sang kiai.
“Saya juga mondok di Ponpes Salsabila Cigugur, alhamdulillah setelat saya ngampus, biasanya langsung mengikuti kegiatan di pondok,” tutuhnya.
Di pesantren, Iin mendapatkan kepercayaan yang cukup besar untuk mengajar Tahsin Al-Qur’an bagi santri lainnya. Tak hanya itu, ia juga memiliki jiwa wirausaha yang tinggi. Di waktu luangnya, Iin kerap membantu berjualan di kantin pondok bersama teman-temannya.
“Kadang juga saya mengajar dan berjualan di pondok juga untuk meningkatkan kepercayaan diri dan belajar berwirausaha,” tambahnya.
Gadis yang hobi bermain badminton dan menggambar ini juga memiliki ketertarikan besar di dunia digital. Belakangan, ia sangat gemar mengedit video dan bercita-cita menjadi konten kreator yang inspiratif. Kegemaran ini ia manfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan positif melalui media sosial, sejalan dengan perannya sebagai finalis Miss Hijab yang dituntut cerdas secara digital.
“Saya hobi olahraga badminton dan menggambar serta ngonten, yang mana memang sebagai finalis miss hijab juga dituntut harus mahir memanfaatkan digitalisasi,” pungkasnya. (raqib)
















