KUNINGAN (MASS) – Persiapan matang terus dilakukan oleh Pesik Kuningan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 4 Seri Nasional pada akhir bulan April ini. Sebagai bagian dari pemanasan, tim berjuluk Laskar Ciremai tersebut menggelar laga persahabatan (friendly match) melawan tim kuat asal Kepulauan Riau, 757 Kepri Jaya FC, di Stadion Mashud Winusaputra pada Sabtu (4/4/2026).
Pertandingan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini berlangsung cukup sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Sebagai tuan rumah, Pesik Kuningan mencoba mengambil inisiatif serangan. Usaha tersebut membuahkan hasil positif di mana Pesik berhasil mengungguli tamu mereka dengan skor akhir 2-1. Dua gol kemenangan Pesik masing-masing dicetak oleh Gian Farhan dan eksekusi penalti dari kaki Nano.
Meski berhasil memenangkan pertandingan, Pelatih Kepala Pesik Kuningan, Dian Okta, mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa anak asuhnya. Dalam sesi wawancara usai laga, ia mengungkapkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan sebelum tim terjun ke kompetisi resmi yang sesungguhnya.
“Pertama, Alhamdulillah, apapun, betapapun banyaknya PR yang kita miliki untuk evaluasi menjelang kompetisi resmi, tapi setidaknya hasil sore ini patut kita syukuri dan patut kita syukuri,” tuturnya.
Salah satu momen yang paling disoroti dalam laga tersebut adalah ketika Pesik harus bermain dengan 10 orang pemain di sisa 15 hingga 20 menit terakhir pertandingan. Hal ini terjadi setelah salah satu pemain Pesik mendapatkan kartu merah dari wasit. Kondisi kalah jumlah pemain ini tentu menjadi ujian berat bagi ketahanan fisik dan strategi tim di lapangan.
“Apalagi terlebih dengan kita bermain di sisa 20 menit, 15 atau 20 menit. Kartu merah, Nah, salah satu poin yang jadi bahan evaluasi ini self-control pengendalian diri dari semua pemain, terutama pemain senior,” tambahnya.
Dian Okta menegaskan masalah pengendalian diri atau self-control menjadi bahan evaluasi paling utama. Ia sangat menyayangkan adanya kartu merah tersebut, terutama karena hal itu melibatkan kontrol emosi di lapangan. Menurutnya, pengendalian diri sangatlah krusial bagi seluruh pemain, terlebih bagi para pemain senior yang seharusnya menjadi contoh bagi rekan-rekan setimnya.
“Apapun hasilnya sore ini tetap patut kita syukuri, tapi jujur secara progres permainan ini belum terlalu membahagiakan saya. Ini adalah uji coba pertama kita setelah sekian lama hanya menjalani latihan rutin sejak terakhir kali kita bertanding di bulan puasa lalu,” pungkasnya. (raqib)
















