KUNINGAN (MASS) – Suasana penuh kehangatan dan canda tawa menyelimuti Alkenzi Convention Mayang Catering, Ciporang, pada Rabu (1/4/2026). Puluhan pensiunan guru dan kepala sekolah yang pernah mengabdi di SMA Negeri 2 Kuningan berkumpul kembali dalam acara Halal Bihalal dan Tepang Sono yang digagas oleh Paguyuban Niki Purba SMAN 2 Kuningan.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sudah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Bagi para mantan pendidik, pertemuan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momen berharga untuk melepas rindu setelah sekian lama tidak bertatap muka sejak memasuki masa purna tugas.
Koordinator pelaksana kegiatan, Sri, mengungkapkan rasa syukurnya atas digelarnya acara ini secara rutin. Menurutnya, konsistensi selama tiga tahun ini membuktikan betapa kuatnya ikatan antar mantan pengabdi di Smanda.
“Alhamduliullah ini Sudan tahun petiga penyelenggaraan, tentunya ini untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga tali persaudaraan,” tuturnya saat diwawancara kuninganmass.com di lokasi acara.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula H. Tito yang merupakan mantan Kepala Sekolah SMAN 2 Kuningan. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan Paguyuban Niki Purba. Ia berharap wadah ini bisa terus eksis sebagai tempat bagi para purna bakti untuk saling berbagi cerita dan semangat di masa tua.
“Iya di masa purna tugas alhamdulillah massih bisa menjaga komunikasi dan saling tegur sapa diwadahi bleh Nikipurba ini,” tuturnya.
Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah kehadiran Bambang Sri Sadono. Di usianya yang telah menginjak 73 tahun, semangatnya untuk hadir tidak luntur. Bambang memiliki sejarah panjang di dunia pendidikan, di mana ia mulai mengajar di SMAN 2 Kuningan sejak tahun 1979 setelah sebelumnya sempat bertugas di SMEA Negeri dan SMA Kuningan.
“Saya mulai ngajar tahun 1979 di SMAN 2 Kuningan, sebelumnya perna di Smea juga lalu ke SMA Kuningan sebelum dipisah jadi Smansa dan Smanda,” tuturnya.
Ia sampat mengajar mata pelajaran Ekonomi dan Akuntansi dan mengakhiri masa pengabdiannya pada tahun 2013 silam. Namun, memori saat mengajar puluhan tahun lalu masih terekam jelas di ingatannya.
“Alhamdulillah masih diberikan kesehatan dan kekuatan, ini bisa hadir kesini, iya semoga kedepannya bisa terus diberi kesehatan dan Nikipurba ini kedepan makin solid,” pungkasnya. (raqib)
















