LANGSEB (MASS) – Puncak perayaan Milangkala Desa Langseb ke-318 berlangsung meriah dengan digelarnya pagelaran wayang golek oleh dalang kondang, Dadan Sunandar Sunarya. Acara yang diselenggarakan di Alun-Alun Balai Desa Langseb ini menjadi magnet besar bagi masyarakat, baik warga setempat maupun para perantau yang pulang kampung untuk turut merayakan momen bersejarah tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, Anggota DPRD Kuningan Fraksi PKS Kang Yaya, Camat Lebakwangi Eko Yuyud, unsur Forkopimcam seperti Danramil dan Kapolsek Lebakwangi, perangkat Desa Langseb, serta para tokoh masyarakat dan perantau.
Milangkala Desa Langseb bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah berdirinya desa tercinta. Kegiatan ini juga menjadi wujud rasa syukur kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun Desa Langseb hingga berkembang seperti saat ini. Lebih dari itu, Milangkala menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Hal itulah yang disampaikan Ketua Panitia Milangkala Desa Langseb, Dede Mulya. Dalam keterangan pada media, ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Desa Langseb, baik yang berada di kampung halaman maupun para perantau. Dukungan moril dan materil dari berbagai pihak menjadi kunci sukses terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan.
“Tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat, kegiatan ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Adapun total anggaran yang digunakan dalam kegiatan Milangkala tahun ini mencapai lebih dari Rp. 168.977.000, yang bersumber dari swadaya masyarakat, dukungan para donatur, serta partisipasi berbagai pihak. Khusus untuk pagelaran wayang golek, lanjutnya, dukungan besar datang dari para perantau Desa Langseb yang turut berkontribusi demi terselenggaranya acara puncak ini.
Panitia menegaskan bahwa seluruh anggaran dikelola secara efektif dan transparan guna memastikan kelancaran setiap rangkaian kegiatan, baik yang dilaksanakan pada bulan Desember maupun momentum Syawal.
Melalui perayaan Milangkala ini, diharapkan masyarakat Desa Langseb semakin solid, bersatu, dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Dengan persatuan tersebut, Desa Langseb diyakini akan terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Dalam acara tersebut, panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Harapannya, seluruh rangkaian Milangkala ini dapat membawa berkah serta kebaikan bagi seluruh masyarakat Desa Langseb.

Ketua Perantau Desa Langseb, Dr. H. Abdul Wahab, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan milangkala merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pemuda, dan perantau. Pembiayaan kegiatan, termasuk pagelaran wayang golek, bersumber dari swadaya masyarakat dan kontribusi perantau sebagai wujud kecintaan terhadap kampung halaman.
Sementara, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam sambutannya saat pembukaan acara, mengapresiasi sinergi kuat antara warga dan perantau yang dinilai sebagai modal utama dalam percepatan pembangunan desa.
“Pembangunan tidak hanya ditentukan oleh anggaran, tetapi oleh kekompakan dan kepedulian. Desa Langseb menunjukkan contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat mendorong kemajuan,” ujar Bupati.
Bupati juga berpesan bahwa momentum milangkala harus dimaknai sebagai sarana refleksi atas jasa para pendahulu sekaligus penguatan arah pembangunan ke depan. (eki)













