Buah Ketaatan Nabi Ibrahim AS Abadi dengan Balasan Syariat Qurban

KUNINGAN (MASS) – Nabi Ibrahim AS merupakan sosok teladan dalam ketaatan kepada Allah SWT. Ketika Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail AS, beliau menerimanya dengan penuh keikhlasan dan tanpa keraguan sedikit pun. Begitu pula Nabi Ismail AS yang dengan penuh kesabaran dan kepatuhan berkata kepada ayahnya agar melaksanakan perintah Allah SWT.

Kisah agung ini diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 102-106, ketika Nabi Ibrahim AS berkata kepada putranya:

Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Nabi Ismail menjawab, “Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi bukti bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya. Saat keduanya telah berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor sembelihan yang besar sebagai bentuk rahmat dan kasih sayang-Nya.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi syariat qurban yang terus hidup hingga sekarang sebagai ibadah mulia bagi umat Islam. Qurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga simbol pengorbanan, keikhlasan, ketakwaan, dan kepedulian sosial kepada sesama.

Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ ۝ وَنَادَيْنَٰهُ أَن يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ ۝ قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ۝ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ ۝ وَفَدَيْنَٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Artinya: “Maka ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, Kami pun memanggilnya: ‘Wahai Ibrahim! Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
(Q.S. Ash-Shaffat: 103-107)

Melalui ibadah qurban, umat Islam diajarkan untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS, kepatuhan Nabi Ismail AS, serta menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama. Karena sesungguhnya buah dari ketaatan yang tulus kepada Allah SWT akan melahirkan kemuliaan yang abadi di dunia maupun akhirat.

Oleh: Ust.Jaenal Aripin,S.Pd.I
Ketua MWC NU Kec.Mandirancan