KUNINGAN (MASS) – Kondisi jalan berlubang di ruas Caracas–Cibuntu, yang menjadi batas antara Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon, membuat mobil bergoyang-goyang dan menghambat arus lalu lintas pada Minggu (22/3/2026).
Beberapa warga dan pengendara mengeluhkan kerusakan jalan yang sudah lama belum diperbaiki, sehingga perjalanan menjadi tidak nyaman dan rawan kendaraan mengalami kerusakan.
Kondisi jalan yang berlubang tersebar di beberapa titik sepanjang ruas tersebut. Lubang besar dan permukaan jalan yang tidak rata memaksa kendaraan mengurangi kecepatan atau bergerak zig-zag untuk menghindari lubang. Akibatnya, volumenya kendaraan menumpuk di beberapa bagian sehingga arus lalu lintas terganggu terutama saat jam-jam sibuk.
Seorang pengguna jalan Nurasyifa, mengatakan dirinya sering melewati ruas tersebut. Ia mengaku kesal karena kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung lama dan belum ada perbaikan berarti.
“Sudah lama kami menunggu perbaikan. Kalau lewat di situ mobil sampai terasa bergoyang dan takut ada yang rusak. Di sisi Cirebon jalannya malah sudah bagus, beda sekali,” ujarnya.
Pengendara lain juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap keselamatan, terutama untuk kendaraan kecil dan sepeda motor. Lubang yang dalam berpotensi membuat pengendara sepeda motor terjatuh atau merusak suspensi mobil. Sebagian pengendara memilih melewati jalur alternatif meski jaraknya lebih jauh demi keselamatan dan menghindari lubang yang bisa merusak kendaraan.
“Kadang si lewatnya muter ke arah Koreak biar muter tapi jalannya ngga se parah ini,” tambahnya.
Kondisi jalan Caracas–Cibuntu yang menghubungkan dua kabupaten ini dinilai mencerminkan perbedaan perhatian infrastruktur antara wilayah Kuningan dan daerah tetangga. Ia berharaop pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sehingga konektivitas antarkabupaten menjadi lancar dan ekonomi lokal yang bergantung pada mobilitas tak terganggu.
“Iya semoga ada perbaikan dan tidak hanya tambal sulam, tapi pengerasan badan jalan dan penanganan drainase supaya lubang tidak cepat kembali muncul saat musim hujan,” pungkasnya. (raqib)













