KUNINGAN (MASS) – Korps HMI-Wati (KOHATI) FKIP Universitas Kuningan bersama KOHATI Cabang Kuningan menggandeng Duta Baca Kabupaten Kuningan menggelar gerakan literasi bertajuk “Warna-Warni Literasi”. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan anak-anak.
Kegiatan ini menjadi salah satu acara penutup dalam program pesantren kilat (Sanlat) Desa Babakanmulya. Acara berlangsung di Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Sabtu (14/3/2026).
Melalui kegiatan itu, panitia menghadirkan ruang belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak desa melalui berbagai aktivitas literasi. Mengusung tagline “Cerita, Ilmu, dan Imajinasi dalam Satu Buku”, kegiatan dirancang agar anak-anak dapat mengenal buku dengan cara yang lebih menarik.
Ketua KOHATI Cabang Kuningan, Nuri Putri Laila, menuturkan kegiatan tersebut mendorong anak-anak untuk berpikir kreatif. Mereka diajak mengikuti berbagai sesi literasi, mulai dari membaca cerita bersama, dongeng edukatif, pengenalan matematika dasar hingga kegiatan imajinatif.
“Para peserta diajak membaca cerita bersama, mendengarkan dongeng edukatif, belajar matematika dasar, serta mengikuti berbagai kegiatan imajinatif yang mendorong anak-anak untuk berpikir kreatif. Pendekatan yang santai dan menyenangkan diharapkan mampu membuat anak-anak lebih dekat dengan buku,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara kader HMI dan Duta Baca Kabupaten Kuningan merupakan bagian dari gerakan literasi berbasis masyarakat. Tujuannya untuk menanamkan kesadaran bahwa membaca merupakan jendela pengetahuan yang dapat membuka cakrawala masa depan.
“Bagi kader HMI, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Semangat literasi yang dibawa tidak terlepas dari nilai-nilai perjuangan yang telah lama hidup dalam tradisi intelektual HMI,” tuturnya.
Nuri juga mengutip pesan dari pendiri HMI, Lafran Pane, yang menyatakan bahwa “ilmu dan iman adalah dua sayap yang akan membawa manusia terbang tinggi menuju kemuliaan.”
“Nilai ini menjadi landasan bagi kader HMI untuk terus bergerak di tengah masyarakat,” katanya.
Selain itu, dalam tradisi intelektual HMI juga dikenal pesan bahwa “buku adalah jendela dunia, dan membaca adalah langkah pertama untuk menaklukkan masa depan.” Spirit tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari pengetahuan.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari perangkat desa dan pengurus madrasah setempat. Mereka berharap program “Warna-Warni Literasi” dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan lain.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut agar kecintaan anak-anak terhadap buku semakin tumbuh, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya generasi yang cerdas, kritis, dan penuh imajinasi,” ujar salah satu perwakilan perangkat desa.
Dengan semangat membaca, memahami, dan menginspirasi, HMI berharap Desa Babakanmulya dapat menjadi salah satu contoh berkembangnya gerakan literasi berbasis masyarakat di Kabupaten Kuningan. (didin)

















