Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Peluncuran pesantren ekologi.

Insiden

Banyak Bencana Alam di Jawa Barat, Disdik Gagas Program Pesantren Ekologi

KUNINGAN (MASS) – Program Pesantren Ekologi diluncurkan sebagai respons terhadap meningkatnya bencana lingkungan yang dipicu oleh perilaku manusia. Program ini dirancang dalam tiga siklus mingguan dengan tema yang berbeda, yaitu lingkungan, hemat energi, dan penghijauan.

Alasan itulah yang disampaikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat saat meluncurkan program Pesantren Ekologi yang bertujuan menginternalisasi nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Program ini mengajak siswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai iman melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat mengungkapkan pentingnya mengaitkan ibadah Ramadan dengan kesadaran lingkungan.

“Takwa kepada Allah SWT bukan hanya diwujudkan melalui ibadah ritual seperti salat dan puasa, tetapi juga bagaimana kita menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan mencintai lingkungan sekitar,” jelasnya pada pembukaan Pesantren Ekologi yang diadakan di Aula UPTD Tikomdik Disdik Jabar.

Deden menekankan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa agar sadar akan isu lingkungan sejak dini.

“Seperti, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, tidak menyisakan makanan, serta menjaga kebersihan fasilitas sekolah menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis iman,” paparnya.

Ia juga memberikan gambaran kebersihan merupakan cerminan dari keimanan seseorang. Penekanan pada kebersihan menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kalau ingin melihat kualitas sebuah sekolah, lihatlah kebersihan lingkungannya, termasuk WC-nya,” tegasnya.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus Disdik Jabar, Ai Nurhasan menjelaskan program Pesantren Ekologi dilaksanakan sebagai respons terhadap meningkatnya bencana lingkungan yang dipicu oleh perilaku manusia. Program ini dirancang dalam tiga siklus mingguan dengan tema yang berbeda, yaitu lingkungan, hemat energi, dan penghijauan.

“Kegiatan meliputi tadabur ayat-ayat Al-Qur’an terkait tanggung jawab terhadap lingkungan, diskusi bersama narasumber, serta aksi ekologi di lingkungan sekolah. Selain itu, peserta didik didorong melakukan kegiatan sosial dan pembiasaan positif selama Ramadan,” tuturnya.

Ai juga menggarisbawahi seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang fleksibel agar sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah, serta inklusif bagi seluruh siswa tanpa memberatkan pembiayaan orang tua.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang beriman, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (raqib)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like