Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Potret penyadapan pohon pinus.

Headline

Penyuluh Kehutanan TNGC Ceritakan Usulan Penyadapan Getah Pinus, Singgung Status Kehutanan dan Kewenangannya

KUNINGAN (MASS) – Menyikapi pemberitaan seputar pemungutan HHBK getah pinus, Penyuluh kehutanan TNGC, Nisa Syachera angkat bicara. Dikatakan, Taman Nasional Gunung Ciremai ditunjuk pada tahun 2004 atas usulan Pemerintah Kab Kuningan dan Kab Majalengka dengan dasar pertimbangan konservasi sumberdaya alam hayati dan daerah tangkapan air (water catchment area) bagi 5 kabupaten/kota yaitu Kuningan, Majalengka, Cirebon dan Indramayu, kemudian ditetapkan pada tahun 2014 dengan luasan 14.841,3 ha.

Perubahan status kawasan dari hutan produksi menjadi taman nasional, lanjut Nisa, menyisakan kegiatan tumpang sari berupa penanaman kopi dan  sayur mayur sampai pada ketinggian 2.000 MDPL. Kegiatan penggarapan berhenti pada tahun 2010 dan dialihkan menjadi mitra wisata alam dan berhasil memberikan multifier effect hingga 4x lipat dari APBN Balai TNGC pertahunnya.

“Kalaupun ada penyadapan dulu karena statusnya hutan produksi, ya ada aturan dan kewenangannya,” ucap Nisa, Jumat (27/2/2026).

Ia mengamini ada usulan pemungutan getah pinus memang ada pada tahun 2021. Dan usulan pemungutan getah pinus itu bersumber dari 24 kelompok yang berada di 24 desa dengan dasar Perdirjen Nomor 6 Tahun 2018 tentang petunjuk teknis kemitraan konservasi di kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam dimana aturan tersebut sudah tidak berlaku.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Ujug-ujug udah ada kelompok aja, sama sekali tidak ada pendampingan dari Penyuluh TNGC ya, kalau ada yang bawa-bawa nama saya berarti fitnah. Kalaupun ada yang mendampingi dari petugas TNGC mungkin atas nama pribadi,” kata Nisa.

Kemudian, usulan perubahan zonasi dilakukan dan disahkan pada tahun 2022 namun itu tidak menjadi dasar atau legalitas dalam pemungutan getah pinus. Legalitas, harusnya berupa perjanjian kerjasama antara kepala balai TNGC dengan ketua kelompok masyarakat.  Sampai detik ini, kata Nisa, Perjanjian Kerjasama belum ada antara Kepala Balai TNGC dengan kelompok KTH.

Kondisinya saat ini, penyadapan getah pinus diduga dilakukan hingga zona inti yang peruntukannya untuk pendidikan, penelitian, pembinaan habitat satwaliar, wilayah jelajah satwaliar dan perkembangbiakan satwaliar. Secara ekonomi, hasil pemungutan getah pinus dipanen 2 minggu sekali, artinya masyarakat yang terlibat di dalamnya bukan masyarakat yang tidak punya pekerjaan atau penghasilan, getah pinus ini hanya sampingan saja. Ada juga yang sudah menjadi mitra wisata di kawasan TNGC,  terlibat ingin menambahkan pendapatannya secara pribadi dan golongan.

Luas zona tradisional kawasan TNGC sebebarnya hanya 1.818 ha. Namun pemungutan getah pinus diduga dilakukan sampai zona lainnya seperti zona inti, rimba, pemanfaatan dan rehabilitasi sehingga luasannya mencapai kurang lebih 2.000 ha. Apabila dalam 1 ha ada 100 pohon dengan asumsi jarak tanam 3×3 maka ada potensi 200.000 pohon akan tumbang dimana pohon tersebut tumbuh selama puluhan tahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kondisi seperti itu, kata Nisa, yang menjadi kekhawatiran para aktivis lingkungan apakah benar semua siap kehilangan pohon yang menyerap air dan melindungi CIAYUMAJAKUNING dari bencana alam longsor dan banjir bah. Lebih jauh, para aktivis lingkungan khawatir Kuningan bernasib sama seperti di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat jika hutan di kawasan konservasinya hilang. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Menanggapi dinamika kasus penyadapan pinus illegal di Taman Nasional Gunung Ciremai. Bahwa dalam ilmu hukum ada asas Lex specialis derogat legi...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Polemik penyadapan getah pinus di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terus bergulir. Sejumlah kepala desa bersama Kelompok Tani Hutan (KTH)...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Indoenesia dianeugerahi alam yang sangat kaya dan beragam. Kekayaan alam ini sebagai pemberian Tuhan Yang Maha Esa harus dijaga dengan sebaik-baiknya...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Kuningan Prof. Dr. Suwari Akhmaddhian SH MH tegas mengatakan bahwa secara hukum, penyadapan getah pinus di...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pakar hukum konservasi Dr H Dadan Taufik S Hut SH MH MKn yang juga akademisi dan dosen, angkat bicara perihal polemik...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Polemik pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya penyadapan getah pinus di zona tradisional kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, terus bergulir....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Candrika Adhiyasa, ahli lingkungan sekaligus konsultan lingkungan asal Kuningan, menyatakan pentingnya kepastian regulasi dalam penyadapan getah pinus di lereng Gunung Ciremai....

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Persoalan pengelolaan getah pinus di lereng Gunung Ciremai kini tidak lagi sekadar soal ekonomi kehutanan. Ia telah berkembang menjadi ujian serius...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Tiga kepala desa penyangga Gunung Ciremai angkat bicara mengenai polemik pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya penyadapan getah pinus di...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Zona tradisional di Taman Nasional yang perlu kita ketahui yaitu area yang dialokasikan khusus bagi masyarakat adat atau lokal untuk memanfaatkan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Belakangan ini viral sebuah foto penyadapan yang dianggap berlebuhan di wilayah Desa Cisantana Kecamatan Cigugur yang menjadi sorotan masyarakat. Merasa ada...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) Fenomena yang ramai disebut sebagai “kerasukan alam pinus” di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, telah memantik berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Ada...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Polemik penyadapan getah pinus di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), memanas setelah beredar video keributan di media sosial yang terjadi...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pentolan LSM AKAR, aktivis pecinta lingkungan, Amalo, hampir dipukuli oleh sejumlah massa yang diduga penyadap pinus di Gunung Ciremai, Kamis (12/2/2026)....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menyebut tak pernah mengurus ijin pengelolaan air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Kuningan di...

Headline

‎KUNINGAN (MASS) – Komisi 2 DPRD Kabupaten Kuningan baru saja menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) sert dinas...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pada Sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, di wilayah Kabupaten Kuningan, Kamis (15/1/2026), Bupati dan Wakil Bupati Kuningan tidak...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Ady Sularso, angkat bicara perihal sentilan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, terhadap...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, sentil Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) yang membuka ruang-tuang komersil di kawasan hutan....

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Sekda Kabupaten Kuningan U Kusmana S Sos M Si, angkat bicara perihal narasi yang berkembang di media sosial, mengenai dugaan ketidakkonsistenan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar, menegaskan agar praktik pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) ditindaklanjuti secara serius...

Headline

PASAWAHAN (MASS)  – Babinsa Koramil 1514/Pancalang Sertu Joko bersama Polhut TNGC berhasil menyergap kendaraan truk yang membawa sekitar 20 batang kayu Sono Keling di...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Bukan soal LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), Aliansi Masyarakat Kuningan (ALAMKU), Forkopimda dan Dirut PAM se-wilayah 3 Cirebon serta BBWS melakukan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Di balik podium ruang jumpa pers, Senin (23/12/2025), Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Toni Anwar, S.Hut, memaparkan statistik yang...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Banjir yang menimpa sebagian wilayah Cirebon dan diasosiasikan limpahan dari Gunung Ciremai karena berada di hilir/bawah gunung, tidak diamini begitu saja...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pengamat kebijakan publik sekaligus warga lereng Gunung Ciremai, H Abidin SE menyayangkan terjadinya banjir besar di Cirebon, yang ditenggarai kiriman dari...