KARANGKANCANA (MASS) – Nampaknya rakyat dipaksa untuk terus mengelus dada. Meskipun sudah getol membayar pajak, namun fasilitas yang seharusnya mereka nikmati tak kunjung dirasakan.
Ini dialami warga Desa Karangkancana Kecamatan Karangkancana. Jalan umum yang kerap mereka lintasi semakin berkondisi memprihatinkan. Padahal mereka telah menunggu lama potongan kue pembangunan dari pemerintah.
Lantaran perjuangan rakyat Desa Karangkancana dalam menggedor anggaran dari pemda tidak membuahkan hasil, kesabaran mereka habis. Sekitar 100 warga di sana turun ke jalan melakukan perbaikan sendiri secara swadaya, Kamis (26/2/2026).
Beruntung ada anggota dewan dari PDIP, Tika Evian, yang mau merogoh koceknya untuk ikut membantu. Ditambah para donatur lain, akhirnya perbaikan jalan pun bisa berjalan. Mereka melakukan pengecoran jalan poros desa di Dusun Gunungjawa kurang lebih 400m x 4m.
“Saya cuma membantu pembiayaan alat material saja. Justru yang besar itu swadaya masyarakat. Saya salut semangat gotong royong mereka,” ujar Tika Evian.

Tika mengakui, kerusakan jalan yang dirasakan masyarakat di sana itu telah begitu lama. Bahkan sering ia melihat masyarakat menambal lubang jalan agar tak terjadi kecelakaan. Sebagai anggota legislatif yang punya fungsi budgeting pun, Tika tak bosan meminta eksekutif untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan.
“Tapi karena rusaknya tambah parah. Perantau juga keburu mau mudik lebaran. Sedangkan eksekutif lamban. Ya akhirnya masyarakat memperbaikinya secara swadaya,” ungkap politisi perempuan asal dapil 4 itu.
Sebagai bentuk tanggungjawab moral sebagai wakil rakyat, Tika berpartisipasi dalam pembiayaan alat material. Ternyata langkahnya itu memantik sejumlah donatur untuk ikut serta berpartisipasi.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur ada yang ikut serta membantu. Saya cuma mengingatkan eksekutif bahwa infrastruktur dasar adalah kebutuhan utama yang seharusnya menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat harus terus-menerus menambal harapan dengan swadaya,” sindir Tika.
Di akhir, Tika mengungkapkan, kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong masyarakat tetap hidup. Namun, imbuhnya, pembangunan infrastruktur yang layak dan berkelanjutan tetap merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus diwujudkan secara nyata. (deden)
















