KUNINGAN (MASS) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pemahaman tentang Artificial Intelligence (AI) menjadi hal yang sangat penting. Menyadari kebutuhan ini, ASEAN Foundation melaksanakan program AI Ready ASEAN, yang didukung oleh Google.org dan berkolaborasi dengan Ruangguru.
Program ini mengadakan pelatihan bertajuk “Pelatihan Literasi AI: Membangun Pemahaman Digital di Era Teknologi” di SMK Negeri 1 Kuningan pada Selasa (12/2/2026). Menghadirkan Master Trainer Listianti Kahfiana SKom, yang juga merupakan owner brand Listy Project di bidang Craft dan Merchandise.
Dalam sesi pelatihan, Listianti menjelaskan pentingnya literasi AI dan bagaimana cara menggunakan teknologi ini secara etis dan efektif. Satu poin yang ditekankan dalam pelatihan adalah meskipun banyak orang yang menggunakan AI, tidak semua dapat memanfaatkannya dengan bijak.
“Di era saat ini Literasi tidak hanya ada dalam memahami buku saja, seiring berjalannya waktu kita juga harus bisa memahami AI,” tuturnya kepada kuninganmass.com Sabtu (15/2/2026).
Dengan tagline “Literasi Digital Beretika, Seru, dan Menyenangkan”, pelatihan ini bertujuan untuk memastikan teknologi tidak hanya membuat pekerjaan lebih mudah, tetapi juga digunakan dengan tanggung jawab.
Peserta pelatihan mendapatkan banyak keuntungan strategis. Antara lain, mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan digital dengan pemahaman mendalam tentang cara kerja AI dan cara mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari.
“Yang disampaikan disini tentunya menjadi modal berharga ketika para siswa SMK nanti akan memasuki dunia kerja,” tambahnya.
Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya etika dalam berteknologi. Dengan belajar tentang etika digital, peserta diharapkan dapat menghindari penyalahgunaan teknologi dan penyebaran informasi yang salah.
“Etika sangat penting agar kita bisa menggunakan teknologi untuk kebaikan,” tambah Listianti.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga sertifikasi yang diakui. Dengan sertifikasi dari lembaga ternama seperti Ruangguru dan ASEAN Foundation, peserta memiliki nilai tambah di mata perusahaan saat mereka melamar pekerjaan.
“Pelatihan ini bersifat gratis, dengan inisiatif ini semoga generasi muda di Kuningan dapat menjadi pemain aktif dalam perkembangan teknologi global,” pungkasnya. (raqib)








