KUNINGAN (MASS) – Di tengah sorotan pengelolaan air dan desakan mundur ke direksi, belakangan muncul kabar tentang pertemuan manajemen PAM Kuningan pihak “eksternal”, yang pada ujungnya justru diisukan ada dugaan gratifikasi, transferan uang sebesar Rp 50 juta dari PAM Kuningan.
Kabar tersebut beredar dengan cukup liar. Pertemuan manajemen PAM Kuningan dengan pihak “eksternal” sendiri, disebut-sebut difasilitasi oleh orang nomor 3 di Kabupaten Kuningan, Sekretaris Daerah (Sekda) U Kusmana S Sos M Si.
Untuk mengklarifikasi hal tersebut, isu itu ditanyakan langsung pada Sekda U Kusmana S Sos M Si pada Senin (9/2/2026) siang tadi. “No no no coment, saya tidak tahu,” jawabnya singkat, di kantor Pemkab Kuningan area KIC.
Sementara pihak lainnya, Direktur PAM Kuningan Dr Ukas Suharfaputra, juga sulit ditemui untuk dikonfirmasi hal tersebut. Setelah sebelumnya beberapa upaya dilakukan baik via seluler maupun mendatangi langsung kantornya di Jl RE Martadinata Ancaran.
Teranyar, upaya konfirmasi dilakukan ke PAM TirtaKamuning pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Mulanya PAM Kuningan sempat meminta waktu, diminta menunggu selama lebih dari satu jam, namun pada akhirnya staf PAM Kuningan bilang bahwa Direktur PAM Ukas sedang ada keperluan dengan Bupati Kuningan. “Dia sedang di luar,” ujarnya.
Jika PAM Kuningan beralasan Direktur ketemu Bupati, namun di waktu yang tak begitu lama, Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar M Si justru memberikan keterangan berbeda saat ditemui di Kantor Pemda Kuningan. “Tidak ada jadwal bertemu dengan Direktur PAM,” jawabnya.
Seperti diketahui, dalam beberapa waktu belakangan, PAM Kuningan terus disorot pasca “bertengkar” dengan Pemdes Cikalahang di depan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM.
Polemik itu berlanjut karena PAM Kuningan justru mendapat SP-3 dari BBWS. Dan situasi itu sempat memunculkan desakan pengunduran diri dari direksi PAM Kuningan. Namun tidak hanya itu, isu polemik air kini diseriusi DPRD Kabupaten Kuningan. (didin/raqib)








