KUNINGAN (MASS) – Longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Ciwaru, tepatnya di Kampung Pamuruyan Desa Cisereh menyebabkan material tanah menutup badan jalan dan sempat mengganggu aktivitas warga setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan kondisi tebing pasca longsor memiliki kemiringan sangat curam, bahkan hampir mencapai 90 derajat. Kondisi tersebut membuat penanganan harus dilakukan dengan cara pengupasan tebing menggunakan alat berat.
“Untuk penanganan terakhir itu harus pengupasan tebing, karena kemiringan lumayan hampir 90 drajat, pasti jalan ada proses penutupan,” jelas Indra, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, sejak alat berat mulai diterjunkan, BPBD telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas secara bergantian. Sementara itu, lokasi pembuangan material longsoran juga telah disepakati bersama warga dan berada di area sebelah bawah lokasi kejadian.
Meski demikian, proses penanganan dipastikan akan mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna kendaraan. Pasalnya, jalan yang terdampak longsor merupakan satu-satunya akses utama warga setempat.
“Ini mau tidak mau harus dilakukan, karena jalannya satu-satunya. Kami upayakan juga secepat, karena situasinya masih sering hujan itu cukup membahayakan,” tuturnya.
Menurutnya jika tidak segera ditangani, longsor berpotensi terjadi berulang kali, karena kondisi tebing yang hampir tegak lurus serta minimnya vegetasi atau pohon penyangga di bagian atas tebing.
“Karena tidak ada pohon penyangga, longsor bisa terjadi dengan cepat dan berulang,” pungkasnya. (didin)







