KUNINGAN (MASS) – Banjir bandang melanda kawasan Kampus Pascasarjana dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Jumat (6/2/2026). Genangan air yang mencapai setinggi lutut orang dewasa tersebut mengakibatkan banyak kendaraan di area kampus mogok karena terendam.
Kabag Humas UIN SSC HM Arifin MPd I menjelaskan banjir terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang.
“Hujan deras ini memang menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang di kampus kami,” ujarnya saat dihubungi Jum’at sore.
Meskipun begitu, Arifin menyampaikan rasa syukurnya atas situasi yang masih bisa ditangani. “Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari petugas keamanan, tidak ada laporan tentang kehilangan atau kerusakan yang signifikan di area yang terdampak genangan air,” tambahnya.
Menurut Arifin, kampus memiliki sistem drainase yang cukup memadai untuk menangani air hujan. Namun, hujan yang turun dengan intensitas besar membuat debit air melebihi kapasitas saluran.
“Drainase kami sebenarnya sudah dirancang dengan baik, tetapi kondisi cuaca ekstrem ini membuatnya tidak dapat menampung semua air yang masuk,” jelasnya.
Dampak dari banjir ini dirasakan oleh mahasiswa yang harus menghadapi kesulitan untuk bergerak di sekitar kampus. Banyak yang terpaksa meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir, berharap banjir segera surut agar kendaraan bisa diambil kembali.
Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan civitas akademika tentang bagaimana sistem drainase di area kampus dapat diperbaiki di masa mendatang. Kesiapan menghadapi bencana seperti banjir sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan. (raqib)







