KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menerima kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, Jumat (6/2/2026). Kehadiran Wamendagri RI tersebut dalam rangka menghadiri sekaligus membuka kegiatan retreat eselon III A pejabat administrator di Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan kegiatan retreat digagas sebagai bentuk pembekalan bagi seluruh pejabat administrator di lingkungan Pemkab Kuningan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari poin-poin penting hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kami mengundang Wamendagri ke Kuningan untuk membuka acara retreat bagi pejabat eselon III A. Artinya, ini dalam rangka pembekalan terhadap seluruh pejabat di Kuningan. Saya menggagas kegiatan ini untuk menindaklanjuti poin-poin penting hasil Rakornas yang dipimpin langsung oleh Presiden,” ujar Dian.
Dian menambahkan, kegiatan tersebut kemungkinan menjadi yang pertama dilaksanakan di tingkat daerah se-Jawa Barat. Ia menegaskan dirinya tengah menyosialisasikan langsung hasil Rakornas Presiden kepada para pejabat daerah di Kuningan.
“Saya akan menyampaikan hasil Rakornas tersebut kepada seluruh pejabat, termasuk pembekalan dari Pak Wamendagri terkait program-program strategis nasional,” jelasnya.
Usai pembukaan retreat, Wamendagri bersama Bupati Kuningan juga meninjau sejumlah proyek strategis nasional di wilayah Kuningan, di antaranya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Sekolah Rakyat.
Menurut Dian, kehadiran Wamendagri di Kuningan lebih difokuskan pada pembinaan dan pengarahan agar program Sekolah Rakyat dapat berjalan secara efektif. Ia menilai program tersebut sebagai proyek strategis yang luar biasa dan diyakini mampu menciptakan generasi unggul bagi masa depan Indonesia apabila dijalankan secara konsisten.
“Sekolah Rakyat ini betul-betul proyek strategis. Kalau dijalankan dengan konsisten, ini akan menciptakan generasi yang unggul untuk membangun Indonesia di masa mendatang,” ungkapnya.
Selain Sekolah Rakyat, Dian juga menyampaikan adanya masukan dari Wamendagri terkait pengembangan Sekolah Garuda. Sekolah Garuda direncanakan sebagai sekolah unggulan yang menyasar anak-anak dari kalangan ekonomi menengah ke atas maupun peserta didik dengan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) tinggi.
“Kalau Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, Sekolah Garuda ini adalah sekolah unggulan, berlatar belakang ekonomi menengah ke atas atau juga orang-orang yang punya intelektual, IQ tinggi. Ini mungkin kami coba juga,” jelasnya.
Meski demikian, Bupati menegaskan saat ini prioritas utama adalah menyosialisasikan dan mengamankan pelaksanaan Sekolah Rakyat serta program Makan Bergizi Gratis. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap program tersebut agar tidak terjadi pelanggaran yang dapat merusak program strategis Presiden.
“Program-program Presiden ini harus diamankan. Tidak boleh ada pelanggaran-pelanggaran yang nanti merusak program yang sangat baik ini,” pungkasnya. (didin)







