KUNINGAN (MASS) – Bisingnya kegiatan penambangan batu di Cileuleuy disebut-sebut mengganggu proses belajar mengajar di SMKN 1 Kuningan. Kepala SMKN 1 Kuningan, Elpasa MPd, mengamini hal tersebut saat kegiatan upaya reklamasi lingkungan di sekitar lokasi tambang pada Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan suara dan lalu lintas truk seringkali mengganggu kelas-kelas di bagian belakang sekolah yang nota benenya dekat dengan lokasi tambang batu tersebut.
“Ya jelass untuk kelas-kelas yang ada di belakang itu ya terdengar suara mesin dan juga lalu lintas dan truk itu ya sangat terganggu,” tuturnya saat ditemui di lokasi.
Dalam kegiatan tersebut, Elpasa juga menjelaskan sekolah mereka memiliki program penghijauan. Dengan menanam tanaman ini di area belakang sekolah yang memiliki luas sekitar dua hektar.
“Sekolah kami ada program penghijauan gitu ya, aneka buah dan juga beserta tanaman kopi, ragamnya ada berbagai macam durian, kemudian belimbing, pete, alpukat, klengkeng, kelengkeng juga, untuk jumlahnya kemungkinan kopi itu 600 an dan juga aneka buahnya itu 200. Jadi semua total untuk sementara etape pertama itu di angka 800,” tambahnya.
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih baik bagi siswa. Ia menegaskan sebelumnya, kawasan tersebut sudah seoperti itu sehingga kondisi tanahnya perlu ditanami pepohonan.
“Ya kondisinya seperti ini. Awalnya ya kita dapati kondisinya seperti ini. Jadi ini kita cobalah untuk membenahi biar kondisinya agak lebih baik,” tandasnya.
Ia juga berbicara tentang tanaman yang sudah ditanam satu setengah tahun yang lalu, termasuk 200 pohon jabon dan ia berencana untuk terus akan menanam dalam setiap tahun kedepan.
“Ini kisaran satu tahun setengah yang lalu, itu ditanam, dulu itu 200 pohon jabon. Kemudian InsyaAllah kita kondisikan nanti akan tiap tahun itu ada penghijauan dan mungkin tidak setiap tahun ya setiap semester depan juga nanti akan programkan,” pungkasnya. (raqib)







