BONDOWOSO (MASS) – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan memberikan sanksi tegas berupa penangguhan (suspend) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menolak produk UMKM, petani, peternak, dan nelayan kecil dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, saat memberikan arahan kepada para Kepala SPPG se-Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo. Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkopimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Koordinator Wilayah, serta seluruh Kepala SPPG, yang digelar di Kota Bondowoso, Jawa Timur, Senin (26/1/2026).
Nanik menjelaskan, ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Pasal 38 ayat (1) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025, yang menyebutkan, penyelenggaraan program MBG wajib memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri serta melibatkan usaha mikro, usaha kecil, perseroan perorangan, koperasi, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, dan BUMDesa.
Menurutnya, pemerintah mewajibkan SPPG untuk menerima dan memberdayakan produk UMKM, petani, peternak, serta nelayan kecil sebagai bagian dari upaya menggerakkan perekonomian rakyat. Hal itu, kata Nanik, merupakan penekanan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sejak tahap perancangan Program MBG.
“Jadi, ingat ya Kepala SPPG dan para mitra, jangan pernah menolak produk petani, peternak, dan nelayan kecil dengan semena-mena,” tegas Nanik, dikutip dari laman resmi bgn.go.id.
Ia juga mengingatkan, apabila ditemukan SPPG atau mitra yang menolak produk UMKM dan justru mengutamakan pemasok besar hingga memicu monopoli pasokan bahan pangan, maka pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas.“Akan saya suspend. Sebab ini berarti Anda melawan Peraturan Presiden,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nanik menekankan, dalam pelaksanaan program MBG, SPPG seharusnya berperan aktif mengakomodasi sekaligus membina UMKM, petani, peternak, dan nelayan agar mampu memasok bahan pangan berkualitas untuk dapur MBG. Dukungan penuh dari para mitra juga dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Laksanakan program MBG dengan nurani, dan jangan hanya sekadar berorientasi bisnis,” pungkasnya. (didin)







