KUNINGAN (MASS) – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy SE, mengungkapkan pihaknya akan memanggil Direktur Utama PDAM Ukas Suharfaputra, untuk dimintai penjelasan terkait isu pemanfaatan sumber air yang belakangan ramai disorot publik.
Persoalan yang sejatinya sudah berlangsung cukup lama, namun baru terungkap belakangan ini. Nuzul mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk pemanfaatan yang tidak semestinya dan diduga melanggar aturan.
“Sekarang baru terungkap dan instruksi Pak KDM kan jelas, itu harus dibuang. Itu perbuatan ilegal,” ujar Nuzul.
Ia mengakui, baik DPRD maupun pihak terkait sama-sama kecolongan dalam pengawasan. Namun demikian, ia berharap kehadiran dan perhatian Gubernur Jawa Barat (KDM) dapat menjadi momentum untuk membuka mata semua pihak.
“Kita ini sama-sama kecolongan. Tapi mudah-mudahan kita ambil hikmahnya. Dengan adanya KDM, kita jadi membuka mata,” katanya.
Menurutnya, jika benar terdapat pipa yang merusak sumber air serta tidak memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sesuai, maka hal tersebut harus segera dibenahi.
“Kalau pipa itu merusak sumber air dan tidak ada PAD yang sesuai, harus kita benahi. Terlepas dari legal atau ilegal, yang jelas yang disorot sekarang ini adalah yang ilegal,” tegasnya.
Terkait langkah DPRD, Nuzul menegaskan pihaknya tidak ingin bersikap reaktif atau latah. Ia menyerahkan terlebih dahulu penanganan kepada Gubernur sesuai kewenangannya, namun DPRD tetap akan menjalankan fungsi pengawasan.
“Kita nggak mau latah. Biarlah KDM dengan segala kewenangannya. Tapi DPRD dalam waktu dekat pasti akan menindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh KDM. DPRD, lanjut Nuzul, siap menindaklanjuti dengan menggelar pertemuan dalam waktu dekat, kemungkinan pada pekan depan.
“Minggu depan lah. Kita tindak lanjuti, sama-sama melakukan pengawasan,” katanya.
Nuzul menegaskan DPRD tidak akan memanggil Gubernur. Namun, pemanggilan terhadap jajaran PDAM dipastikan akan dilakukan. “(PDAM dipanggil) Kenapa nggak dipanggil? Semua dipanggil,” katanya.
Pemanggilan tersebut berkaitan dengan informasi yang saat ini dinilai belum jelas dan simpang siur. “Informasi yang tidak jelas ini, memotivasi kita untuk ikut tahu. Bener nggak ini informasinya?” pungkasnya. (didin)











