Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Fillah Ahmad Abadi, Mahasiswa Kabupaten Kuningan (foto: istimewa)

Netizen Mass

Kemiskinan sebagai Proyek Kekuasaan dan Pengkhianatan atas Tujuan Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Tidak ada kekuasaan otoriter yang lahir secara kebetulan. Ia dibangun melalui rekayasa sosial yang sadar: pemeliharaan kemiskinan dan pelemahan kesadaran kritis. Dalam struktur kekuasaan oligarkis, kemiskinan bukan kegagalan kebijakan, melainkan keberhasilan strategi. Rakyat yang miskin secara material dan rapuh secara intelektual lebih mudah dikendalikan, diarahkan, dan dijadikan objek legitimasi.

Karl Marx dalam The German Ideology (1845) menegaskan bahwa “the ideas of the ruling class are in every epoch the ruling ideas.” Pernyataan ini menempatkan kemiskinan bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan alat ideologis. Ketika struktur produksi dikuasai segelintir elite, kesadaran masyarakat sengaja diarahkan untuk menerima ketimpangan sebagai sesuatu yang alamiah. Tanpa kesadaran kelas (class consciousness), penindasan tampil sebagai nasib.

Dalam kondisi semacam ini, pendidikan seharusnya menjadi ruang pembebasan. Namun justru pendidikan sering kali direduksi menjadi instrumen stabilisasi kekuasaan. Padahal, secara filosofis, pendidikan memiliki tiga tujuan utama: how to make a living, how to lead a meaningful life, dan how to enable life. Pengabaian terhadap salah satu tujuan ini adalah bentuk pembodohan yang sistematis.

Tujuan pertama, how to make a living, menempatkan pendidikan sebagai sarana pembebasan ekonomi. Namun dalam sistem oligarkis, pendidikan dibelokkan menjadi pabrik tenaga kerja murah. Hannah Arendt dalam The Human Condition (1958) memperingatkan bahaya ketika manusia direduksi hanya sebagai animal laborans makhluk yang hidup semata untuk bekerja dan bertahan. Pendidikan yang hanya menyiapkan keterampilan teknis tanpa kesadaran kritis sedang menempatkan manusia dalam posisi ini: hidup, tetapi tidak merdeka.

Tujuan kedua, how to lead a meaningful life, menuntut pendidikan untuk membentuk manusia yang berkesadaran etis dan politis. Paulo Freire dalam Pedagogy of the Oppressed (1970) menyebut bahwa pendidikan sejati harus memungkinkan manusia melakukan conscientização, yakni kesadaran kritis terhadap realitas penindasan. Pendidikan yang hanya mengajarkan kepatuhan administratif adalah bentuk banking education pengetahuan disimpan, bukan dipertanyakan. Dalam sistem seperti ini, makna hidup direduksi menjadi keberhasilan individual yang tercerabut dari keadilan sosial.

Gagasan ini sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Dalam Pendidikan (Kumpulan Tulisan, 1935), ia menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah “menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.” Pendidikan yang gagal membentuk kesadaran sosial dan keberanian moral adalah pendidikan yang kehilangan rohnya.

Tujuan ketiga, how to enable life, merupakan dimensi pendidikan yang paling radikal sekaligus paling ditakuti oleh kekuasaan otoriter. Pendidikan tidak hanya harus membuat manusia hidup dan hidup bermakna, tetapi juga memampukan manusia lain untuk hidup secara adil. Antonio Gramsci dalam prison Notebooks (1929–1935) menegaskan bahwa pendidikan harus melahirkan intelektual organik subjek yang mampu membaca struktur, membangun kesadaran kolektif, dan menantang hegemoni kekuasaan.

Di Indonesia, pemikiran ini menemukan gaung kuat dalam karya Tan Malaka. Dalam Madilog (1943), Tan Malaka mengkritik keras cara berpikir mistis dan dogmatis yang dipelihara karena memudahkan penguasaan massa. Ia menegaskan bahwa tanpa berpikir logis dan materialistis dalam pengertian ilmiah rakyat akan terus terjebak dalam fatalisme. Pendidikan yang tidak memampukan manusia memahami sebab-sebab struktural dari kemiskinan hanya akan melanggengkan penindasan dalam wajah baru.

Ketergantungan kemudian dilembagakan melalui kebijakan populis. Bantuan sosial diberikan tanpa pemberdayaan, seolah-olah negara sedang bermurah hati. Padahal, sebagaimana diingatkan Gramsci, hegemoni bekerja bukan melalui kekerasan semata, tetapi melalui persetujuan yang direkayasa. Rakyat dibuat merasa berutang budi pada sistem yang sejatinya menindas mereka.

Demokrasi pun direduksi menjadi prosedur kosong. Pemilu dilaksanakan, tetapi pendidikan politik tidak pernah diperdalam. Rakyat diberi hak memilih, namun tidak diberi alat untuk memahami struktur pilihan itu sendiri. Dalam istilah Arendt, ruang publik kehilangan fungsi deliberatifnya dan berubah menjadi panggung administratif belaka.

Dengan demikian, pengkhianatan terhadap tujuan pendidikan adalah syarat utama bertahannya kekuasaan oligarkis. Pendidikan yang gagal mengajarkan cara hidup layak, hidup bermakna, dan memampukan kehidupan orang lain adalah pendidikan yang telah disubordinasikan oleh kekuasaan.

Sejarah menunjukkan satu kepastian: kekuasaan yang memelihara kebodohan hanya sedang menunda, bukan mencegah, kejatuhannya. Sebab ketika pendidikan kembali pada tujuan hakikinya, rakyat tidak lagi bisa disetir mereka hanya bisa diajak berdialog sebagai sesama subjek sejarah.

Oleh: Fillah Ahmad Abadi, Mahasiswa Kuningan

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Teknologi

KUNINGAN (MASS) – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Heriman, seorang mahasiswa aktivis HMI,...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat melalui peluncuran Program Beasiswa...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, para guru kini diberikan tanggung jawab tambahan sebagai guru wali. Hal ini disampaikan oleh Kasi Kurikulum...

Inspirasi

KUNINGAN (MASS) – Adalah Didi Kurniasandi, warga Desa Cibinuang Kecamatan Kuningan yang saat ini tengah menempuh S2 Master of Agriculture Science di Manisa Celal...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Setelah audiensi dengan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, soal membetengi generasi muda dari ancaman dekadensi moral, Forum...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Upaya untuk meningkatkan kegemaran membaca di Kabupaten Kuningan terus dilakukan oleh Perpustakaan Daerah. Aep Saepullah, salah satu staf Perpusda Kuningan, menjelaskan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang siswa SLTP kelas 9 di Kabupaten Indramayu, tidak bisa membaca, mengejutkan banyak...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam era digital yang semakin maju, penggunaan teknologi internet dan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan menjadi topik yang hangat diperbincangkan....

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Tim Paskibra SMAN 1 Kadugede kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah provinsi. Dalam ajang Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) Kualifikasi Provinsi Jawa...

Pendidikan

CIREBON (MASS) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 53 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyulap lahan yang sebelumnya terbengkalai di SDN 1 Gujeg, Kecamatan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Fraksi PKS DPRD Kabupaten Kuningan meminta Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si menjamin anggaran pendidikan dan kesehatan. Hal...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Seorang perempuan berinisial LN, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, mengaku kecewa kenapa pejabat...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan diingatkan Fraksi PKS soal kekosongan kepala sekolah yang disebut-sebut mencapai 150 orang tingkat SD dan SMP. Hal itu...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia yang menyatakan seluruh penyelenggara pendidikan baik negeri maupun swasta wajib melaksanakan pendidikan dasar sembilan tahun...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMP PGSD) Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan kembali menggelar Seminar Nasional yang merupakan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Kementerian Sosial Republik Indonesia yang telah mencoret 1,8 juta nama dari daftar penerima bantuan sosial (Bansos) dan menonaktifkan 7,3 juta peserta...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Menikah muda dan langsung dikaruniai anak seringkali dianggap sebagai berkah dan anugerah yang luar biasa dalam kehidupan sebuah keluarga. Kebahagiaan menyambut...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan baru saja mengeluarkan surat berisi larangan pelajar membawa HP ke sekolah. Surat itu, ditujukan Disdikbud...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Aktivis muda Kuningan yang juga aktif sebagai Bidang Pemberdayaan Peranan Perempuan 234 SC Kuningan, Ismah Winartono, menyoroti putusan MK soal biaya...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Kodim 0615 Kuningan mengadakan kegiatan pembekalan terhdap orang tua perserta barak militer diluar agenda acara pembinaan, Kamis (29/5/2025). Seluruh orang tua...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Disamping anak-anaknya di bina di barak militer, orang tua juga di beri pembekalan oleh Kodim 0915 Kuningan, Kamis (29/5/2025) pagi. Seluruh...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Berbeda dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, KPAID Cirebon justru mensupport penuh program KDM soal pendidikan anak di barak yang...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan U Kusmana S Sos M Si, menyebut animo masyarakat sangat tinggi soal pendidikan karakter...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kemiskinan masih menjadi tantangan besar bagi negeri ini. Pasalnya, jika berdasarkan standar kemiskinan menurut Bank Dunia, maka didapati lebih dari 60,3% penduduk...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Tidak seperti Ketua PGM Indonesia yang terkesan setuju total dengan KDM, masalah tawuran pelajar serta pendidikan anak ke barak, akademisi sekaligus...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sebelum ramainya video dugaan tawuran dengan senjata tajam di Jalan Kyai Eyang Hasan Maolani atau yang lebih familiar disebut Jalan Baru...