KUNINGAN (MASS) – Sekitar 80 persen lulusan SMA Negeri 1 Kuningan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Capaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan sekolah dalam membimbing peserta didik untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Kuningan, Yati Rohmayati, yang juga menjabat sebagai Ketua SPMB Tahun Ajaran 2026, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2026).
“Mungkin 80 persen lulusan melanjutkan kuliah. Ada yang kuliah di Kuningan dan ada juga yang melanjutkan ke luar kota, termasuk ke perguruan tinggi negeri seperti IPB dan kampus negeri lainnya,” ujar Yati.
Menurutnya, jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi setiap tahun terus mengalami peningkatan. Pada tahun ini, sekitar 100 siswa berhasil diterima melalui berbagai jalur seleksi masuk perguruan tinggi, baik melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun jalur lainnya.
Yati menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran para guru, khususnya guru Bimbingan dan Konseling (BK), kurikulum, serta seluruh tenaga pendidik yang aktif memberikan arahan kepada siswa terkait pilihan jurusan dan perguruan tinggi yang sesuai dengan kemampuan dan peluang masing-masing.
“Ini tidak lepas bagaimana guru-guru disini, BK dan Kurikulum mengarahkan siswa masuknya ke jurusan apa, disesuaikan dengan kemampuan, dan peluang yang dimiliki. Alhamdulillah hasilnya terus meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.
Meski demikian, Yati mengungkapkan keunggulan utama SMAN 1 Kuningan justru berada pada bidang non-akademik, khususnya futsal.
“Kalau yang paling menonjol sebenarnya di bidang non-akademik, terutama futsal. Tim futsal kami sudah berprestasi hingga tingkat provinsi, sehingga banyak siswa yang memang ingin masuk ke SMAN 1 Kuningan karena prestasi tersebut,” ujarnya.
Prestasi futsal yang konsisten membuat nama SMAN 1 Kuningan dikenal luas dalam berbagai kompetisi antarsekolah. Selain futsal, sekolah juga memiliki prestasi di cabang atletik, bahkan sempat mengirimkan atlet hingga tingkat nasional pada tahun sebelumnya.
Untuk mendukung pembinaan olahraga, sekolah bekerja sama dengan pelatih profesional dari luar sekolah yang memiliki sertifikasi kepelatihan resmi. Sementara guru olahraga di lingkungan sekolah berperan sebagai pembina kegiatan.
Di bidang akademik, SMAN 1 Kuningan kini menerapkan sistem peminatan yang berbeda dengan sistem jurusan IPA dan IPS yang sebelumnya digunakan. Siswa diberikan kesempatan memilih mata pelajaran sesuai minat, rencana studi lanjut, serta disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya pengajar di sekolah.
“Peminatan ditentukan berdasarkan minat siswa, rencana karier atau pendidikan lanjutan mereka, serta ketersediaan tenaga pendidik. Jadi komposisi mata pelajaran antar kelas bisa berbeda-beda,” katanya.
Dari sisi jumlah peserta didik, SMAN 1 Kuningan juga mengalami peningkatan. Jika jumlah lulusan tahun lalu sebanyak 396 siswa, maka pada tahun ajaran baru 2026 jumlah siswa yang diterima mencapai 462 orang atau bertambah 66 siswa.
Peningkatan jumlah peserta didik tersebut membuat kapasitas kelas menjadi lebih padat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pihak sekolah optimistis proses pembelajaran tetap dapat berjalan dengan baik. (didin)