KUNINGAN (MASS) – Mewarnai pergantian tahun 2025 ke 2026, kabar duka justru datang dengan menelan korban yang sama-sama anak di bawah umur.
Kejadiannya memang di lokasi berbeda namun dengan waktu yang berdekatan. Insidennya sama-sama tenggelam. Bedanya, satu di Kecamatan Luragung dan lainnya di Kecamatan Cipicung.
Di Kecamatan Luragung, kejadiannya menimpa anak usia 7 tahun, Dede. Insiden anak tenggelam itu terjadi di kolam renang dengan tinggi 170 cm yang ada di Desa Dukuhmaja Kecamatan Luragung.
Kejadiannya pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Korban tengah bermain dengan teman sesama anak. Sang teman itulah yang kemudian menangis dan menunjuk-nunjuk kolam.
Sang teman, saat menangis didatangi ayahnya, dan bilang bahwa korban sedang berenang tapi tak juga muncul keluar dari dalam air.
Ayah temannya itulah yang kemudian turun dan mengangkat korban dibantu dengan pekerja bangunan di sekitar. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas namun tak tertolong.
Insiden kedua terjadi di Kecamatan Cipicung, tepatnya Desa Muncangela. Dimana seorang anak meninggal dunia, tenggelam di kubangan spiteng proyek yang belum selesai.
Korban adalah anak bernama Aditia, yang masih tercatat sebagai siswa SD kelas rendah. Kejadiannya tepat pada hari pertama di tahun 2026, Kamis (1/1/2026).
Siswa kelas 2 SD itu, ditemukan meninggal dunia masuk spiteng dengan kedalaman sekitar 2 meter, yang saat itu penuh air pasca hujan.
Kabarnya, korban saat itu tengah bermain bersama temannya, dan justru masuk ke area proyek yang terbuka.
Insiden di Muncangela menuai reaksi dari IMM dan Pemuda Muhammadiyah Kuningan. Ketua IMM Rennis Amrullah dan Sekretaris PM Nova Rizky Sugema menilai ada kelalaian dari proyek yang berada di desa tersebut. (eki)










