14 Tahun Forum OSIS Kuningan Konsisten Cetak Pelajar Peduli dan Jadi Penggerak Masyarakat

KUNINGAN(MASS) – Keberadaan organisasi di kalangan pelajar saat ini tidak boleh dipandang sebelah mata atau hanya pelengkap kegiatan sekolah saja. Di Kabupaten Kuningan, organisasi siswa telah bertransformasi menjadi wadah penting untuk melatih kepemimpinan dan kepedulian sosial.

Salah satu motor penggerak utamanya adalah Forum OSIS Kuningan yang kini genap berusia 14 tahun. Ketua Forum Osis Kuningan Generasi ke-7, Albani menyebutkan, lebih dari satu dekade forum ini berhasil menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi yang menyatukan pengurus OSIS dari berbagai sekolah di seluruh penjuru Kabupaten Kuningan.

“Alhamdulillah, selama 14 tahun berdiri, Forum OSIS Kuningan telah menjadi wadah kolaborasi antar OSIS se-Kabupaten Kuningan dalam mengembangkan potensi pelajar, memperkuat solidaritas, juga menciptakan berbagai gerakan positif yang berdampak,” tuturnya kepada kuninganmass.com Rabu (27/5/2026).

Ia bercerita sejak awal berdiri, FOK konsisten membawa misi besar untuk menyatukan visi para pelajar. Yang mana para pengurus OSIS antar-sekolah bisa saling bertukar gagasan, belajar manajemen organisasi, hingga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan bersama.

“Sejak awal berdiri, FOK hadir dengan semangat menyatukan pelajar dari berbagai sekolah agar dapat saling belajar, bertukar gagasan, dan berkembang bersama,” tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, kontribusi nyata semakin dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Berbagai program kerja sosial sukses digulirkan, mulai dari gerakan mengajar di musala setempat hingga pelaksanaan seminar-seminar edukatif bagi sesama pelajar.

“FOK terus mengalami perkembangan baik dari segi program,sistem, jaringan, maupun kontribusi nyata kepada masyarakat,” paparnya.

Selain itu, Forum OSIS Kuningan diklaimnya terbukti ampuh dalam merawat kembali budaya gotong royong yang kini mulai luntur di era digital. Para pelajar sengaja dilibatkan langsung dalam aksi kemanusiaan agar mereka tidak terjebak dalam sifat individualisme akibat pengaruh teknologi.

“Salah satunya yaitu menumbuhkan lagi budaya gotong royong di kalangan generasi muda, berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, pelajar diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi masyarakat dan terbiasa terlibat langsung dalam aksi nyata,” tandasnya.

Albani bilang, kedepan forum ini diharapkan bisa terus adaptif menghadapi tantangan zaman dan tetap menjadi rumah bersama bagi pelajar Kuningan untuk berkarya.

“Harapannya, ke depan forum ini dapat terus berkembang, semakin adaptif terhadap tantangan zaman, dan tetap menjadi rumah bersama bagi pelajar Kuningan untuk belajar, berkarya, serta mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya. (raqib)