Waspada Penyalahgunaan BBM Subsidi dan Jual Beli Barcode, HRA Dorong BPH Migas Gandeng APH

KUNINGAN(MASS) – Bimbingan teknis pelayanan BBM subsidi menggunakan surat rekomendasi digelar di Hotel Horison Tirta Sanita pada Senin (27/4/2026) dan menjadi forum bagi pihak terkait agar penyaluran BBM subsidi berjalan lebih tertib.
Acara ini dihadiri langsung oleh anggota Komisi XII DPR RI, H Rohmat Ardian. Dalam kesempatannya, ia menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang berada dalam keadaan yang sehat, namun berbagai program penguatan energi dan penyaluran subsidi perlu terus dikawal.

Politisi Partai Gerindra itu juga menekankan pentingnya koordinasi antara BPH Migas dan APH dalam menindak temuan di lapangan. Ia menyoroti persoalan jual beli “barkod” yang dinilai berpotensi membuat penyaluran BBM Bersubsidi tidak tepat sasaran.

“BPH Migas harus bersama dengan APH untuk menindak temuan seperti jual beli barkod alhamdulillah di kuningan tidak ada,” tuturnya dalam sambutan.

Selain soal BBM subsidi, Ia juga mengajak peserta melihat peluang pengolahan limbah menjadi energi yang lebih bermanfaat. Ia menyampaikan minyak jelantah yang ada di rumah-rumah sebenarnya bisa diolah menjadi bahan yang bernilai, sehingga tidak hanya menjadi sampah.

“Juga minyak jelantah yang ada di setiap rumah, kalau sehari satu rumah bisa 1-2 ons, kalau disatukan se kabupaten, itu bisa dirubah menjadi aftur dari minyak jelantah,” tambahnya.

Ia juga menyinggung potensi lain, seperti sekam padi yang sayang jika hanya dibakar, padahal bisa diolah menjadi bioetanol.

“Sekam padi sayang kalau di bakar, itu bisa dirubah jadi bio etanol,” tandasnya.

Ia menegaskan pengelolaan sampah juga bisa diarahkan menjadi energi baru terbarukan. Ia menyebut proses pengolahan sampah dapat dikerjakan bersama pihak terkait dan dikerjasamakan dengan PLN, sehingga nilai sampah tidak berhenti sebagai masalah lingkungan, tetapi menjadi sumber energi.

“Sampah juga bisa dirubah jadi energi baru terbarukan dan dikerjasamakan dengan PLN, kuningan kabupaten yang cukup luas, di kuningan timur panasnya cukup panas bisa untuk panel surya,” pungkasnya. (raqib)