KUNINGAN (MASS) – Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ciwaru melakukan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus di area pesawahan Desa Sagaranten Kecamatan Ciwaru, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini merupakan respon atas laporan masyarakat terkait serangan hama tikus yang mengancam produktivitas padi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayat M Si. Dalam arahannya, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memberikan penanganan cepat terhadap setiap permasalahan pertanian yang muncul, terutama yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan di tingkat desa.
“Setiap ada kendala di lapangan terkait sektor pertanian, kami akan langsung bergerak cepat demi menyelamatkan para petani. Jarak yang jauh tidak menjadi alasan untuk tidak turun tangan. Desa Sagaranten, yang letaknya relatif jauh dari pusat kota, justru harus mendapatkan perhatian lebih karena keterbatasan akses dan informasi yang dimiliki para petaninya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Wahyu menegaskan bahwa petani adalah ujung tombak ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kebijakan dan intervensi teknis akan selalu mempertimbangkan kepentingan petani agar produktivitas pertanian tetap stabil dan meningkat, terutama di wilayah Ciwaru bagian selatan seperti Desa Sagaranten.
Apresiasi Pemerintahan Desa Sagaranten
Kaur Perencanaan Desa Sagaranten, Samsi Nugraha, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan, BPP Ciwaru, UPTD, Pertanian Ciwaru atas gerak cepat yang dilakukan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Ketahanan Pangan, BPP Ciwaru, dan UPTD Pertanian yang langsung turun ke lapangan begitu menerima laporan dari desa kami. Kehadiran mereka memberi kepastian dan rasa tenang kepada petani yang terdampak hama tikus,” jelasnya.
Samsi juga menyoroti peran penting Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sagaranten, Deni Sudrajat, S.T. Menurutnya, Deni Sudrajat memiliki kedekatan emosional dengan warga desa dan bersikap sangat responsif dalam memberikan edukasi serta pendampingan tekhnis kepada petani.
“Pak Deni selalu aktif membina, menjelaskan, hingga mengedukasi petani terkait teknik-teknik pencegahan dan pengendalian hama. Beliau tekun, komunikatif, dan bekerja keras membantu warga. Tanpa kehadiran Pak Deni, informasi pertanian di Sagaranten mungkin akan tertinggal,” tambah Samsi.
Tindak Lanjut Pemerintah Desa
Kepala Desa Sagaranten, Diding, menyampaikan bahwa laporan awal terkait serangan hama tikus diterimanya dari aparat desa. Mendapati laporan tersebut, ia langsung memerintahkan agar informasi tersebut segera diteruskan kepada BPP Ciwaru, UPTD Pertanian Ciwaru, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kuningan.
“Begitu menerima laporan dari Kaur Perencanaan mengenai sawah petani yang terserang hama tikus, saya langsung instruksikan agar segera dilaporkan kepada instansi terkait. Tidak lama setelah itu, respon cepat pun datang dan tim langsung turun ke lapangan. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat kami apresiasi,” ungkap Kepala Desa.
Hal senada disampaikan oleh Kasi Ekbang Desa Sagaranten, Emen Rohani. Selain berterima kasih, ia berharap melalui kegiatan ini, diharapkan serangan hama tikus dapat ditekan dan produktivitas padi di Desa Sagaranten tetap terjaga sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat sesuai harapan pemerintah daerah dan masyarakat desa. (eki)










