Selama 42 Menit Ribuan Orang Bakal Membaca Senyap

KUNINGAN (MASS) – Bukan namanya Uniku kalau tidak ada terobosan. Termasuk pada tahun ini universitas kebanggaan Kuningan ini Rabu (13/9/2017) bakal mengggelar reading marathon selam 42 menit.

Kegiatan ini dilakukan pada disela-sela  kegiatan Ospek Uniku. Ribuan mahasiswa baru bersama dosen dan karyawan Uniku sudah siap mengikutti klai pertam digelar itu lapangan terbuka Uniku.

Apa yang dilakukan Uniku untuk menciptakan budaya gemar membaca dan menginisiasi Gerakan Literasi Kampus (GLK). Adapun lama membaca selama 42 menit mengacu pada kegiatan lari maraton sepanjang 42 kilometer.

“Reading Marathon adalah aktifitas membaca senyap atau ‘silent reading’selama 42 menit secara massal. Insya Allah‘Reading Marathon’ini akan dilakukan secara massal di kampus Uniku Rabu besok. Tidak hanya mahasiswa baru, dosen dan karyawan juga akan ikut ambil bagian. Bahkan, mahasiswa tingkat atas juga dihimbau untuk ikut serta,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan KerjasamaUniku, Ilham Adhya MSi.

Ilham mengungkapkan, mahasiswa diminta membaca buku dengan genre bebas seperti sastra, agama, filsafat, politik dan lingkungan dengan tebal minimal 150 halaman. Harapannya, mereka bisa menyelesaikan membaca satu buku dalam satu minggu dan membuat resume atau resensi dengan menggunakan tulisan tangan sendiri.

“Dengan membaca, cakrawala pengetahuan mereka akan luas. Dunia ilmu pengetahuan akan mudah terkuasai ditambah keterampilan menulis. Seperti kata Dr. Andrxej Cirocki dari University of York, Inggris yang berkunjung ke Uniku bulan lalu bahwa, ‘reading is a key to success as well as yoursecond passport’. Anda bisa sukses meraih cita-cita dan bisa keliling dunia dengan membaca,” ujar Ilham.

Kegiatan Reading Marathon ini, jelas Ilham, akan dipimpin langsung oleh Rektor Uniku, Dr. Dikdik Harjadi, M.Si. dan rencananya akan dihadiri oleh Bupati Kuningan, Acep Purnama, M.Si. dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan,Dr. Dian Rachmat Yanuar.

Reading Marathon ini akan dirangkaikan dengan Gerakan Wakaf Buku oleh ribuan mahasiswa dan diperuntukkan bagi pendirian perpustakaan desa di sejumlah wilayah yang akan dijadikan “Rumah Pengabdian” Uniku bagi masyarakat.

“Reading Marathon ini berdimensi amat luas. Ini merupakan gerakan penyadaran pentingnya membaca sekaligus membangun kesadaran pentingnya aktifitas menulis. Seseorang akan bisa menulis jika mereka mengawalinya dengan membaca. Hibrid membaca dan menulis, harus menjadi kebiasaan mahasiswa sebagai calon ilmuwan sekaligus sebagai calon pemimpin bangsa,” ujar mantan Dekan Fakultas Kehutanan Uniku ini.

Rektor Uniku Dr Dikdik Harjadi MSi menambahkan, kegiatan Ospek jauh dari nuansa perpeloncoan. Sejak dari awal, Uniku secara konsisten mengikuti himbauan dari Kemenristekdik agar aktifitas Ospek benar-benar ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengenalan kampus. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com