KUNINGAN (MASS) – Menyambut puncak arus mudik, operator bus Primajasa di Kabupaten Kuningan menerapkan penyesuaian tarif dan menambah armada untuk memenuhi lonjakan penumpang. Termahal Sampai 175 Ribu, Kenaikan tarif ikuti anjuran pemerintah maksimal 25% dari tarif biasa.
Salah satu petugas Primajasa, Ega Rahfiana Hakim, S Pd menjelaskan kebijakan tarif dan kondisi operasional yang terjadi selama momen lebaran. Ia menyebutkan ada penyesuaian tarif sesuai aturan pemerintah, yakni kenaikan maksimal 25 persen dari tarif normal.
“Dengan tarif ada penyesuaian peningkatan. Untuk tarif kami 25% dari tarif normal dan naik sesuai aturan dari pemerintah. Bahwasanya tarif selanjutnya dibatasi maksimal 25%,” ujar Ega saat ditemui di terminal.
Menurut Ega, lonjakan penumpang arus balik mulai terasa sejak tanggal 24 Maret. Data dari Primajasa menunjukkan puncak arus mudik pada rentang 13–19 Maret lalu dengan sekitar 20 ribu lebih penumpang dari Kuningan yang menggunakan layanan Primajasa.
“Mulai ada lonjakan itu di hari kemarin, mungkin dari tanggal 24 itu kan, karena memang di data kalau dari tanggal 13 sampai tanggal 19 puncak arus mudik itu kemarin sekitar 20ribu lebih penumpang orang Kuningan yang pulang menggunakan Primajasa,” tambahnya.
Primajasa melayani tiga rute utama dari Kuningan, yaitu Kalideres, Bekasi, dan Lebak Bulus. Dari ketiga rute tersebut, rute Bekasi tercatat sebagai yang paling ramai. Ia menegaskan sebagian besar kebutuhan transportasi warga Kuningan saat ini mengarah ke Bekasi.
“Kami menyediakan 3 rute, ada Kalideres, Bekasi dan Lebak Bulus. Yang mungkin agak banyak itu signifikan itu. Yang banyak itu dari penumpang Bekasi. Penumpang. Makanya kami juga menyediakan armada dengan maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga Kuningan,” tegasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, pihak Primajasa menyiapkan armada secara maksimal. Ega merincikan jumlah pemberangkatan dari Kuningan ke Bekasi sekitar 50 pemberangkatan, Lebak Bulus 42 pemberangkatan, dan Kalideres 21 pemberangkatan dalam periode pengamatan. Keberangkatan dilakukan secara intensif bahkan hampir setiap lima menit ada jadwal berangkat.
“Untuk hari ini dan hari kemarin diperkirakan saya memberangkatkan yang Kuningan itu 50 pemberangkatan, yang Lebak Bulus 42 pemberangkatan, yang Kalideres 21 pemberangkatan dengan global. Mungkin orang Kuningan ada sekitar pergerakan di angka Rp10.000 orang per hari,” pungkasnya. (raqib)













