Tentara Masuk Sekolah; Beri Pembekalan Bela Negara ke Siswa Anyar saat MPLS

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 397 siswa SMAN 1 Cigugur mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar pada Kamis (23/7/2026) pagi. Salah satu agenda dalam kegiatan ini adalah pemberian materi wawasan kebangsaan dan bela negara yang disampaikan oleh jajaran Kodim 0615/Kuningan.

Materi disampaikan oleh Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 0615/Kuningan, Kapten Kav Sutardi. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para peserta didik baru untuk menanamkan niat yang kuat dan keikhlasan dalam setiap aktivitas.

“Kalian semua adalah generasi penerus bangsa untuk mencapai generasi emas yang harus dipersiapkan melalui dari kedisiplinan karakter,” ujarnya.

Kapten Kav Sutardi juga menjelaskan empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Selain itu, para siswa dikenalkan dengan lima nilai dasar bela negara yang meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk kepentingan bersama, serta kemampuan awal bela negara melalui pembinaan fisik, mental, dan sikap disiplin.

Menurutnya, implementasi bela negara bagi pelajar tidak harus diwujudkan melalui pengangkatan senjata, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti rajin belajar, mengikuti upacara bendera dengan khidmat, menghormati guru, menyayangi teman, menolak perundungan (bullying), menghindari tawuran, tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks), serta aktif mengikuti kegiatan organisasi maupun ekstrakurikuler di sekolah.

“Jadi definisi disiplin adalah dikerjakan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan berdosa. Maka kepada para siswa SMAN 1 Cigugur mari wujudkan sekolah yang kita cintai ini menjadi sekolah unggulan di Kabupaten Kuningan, dan hindari obat-obatan terlarang,” pesannya. (didin)